Balangan, KP – Aruh Karasmin Pahuluan’ yang diinisiasi Sanggar Bulian Anum melalui Forum Komunikasi Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kalimantan Selatan (FKPMIB Kalsel) di Desa Muara Ninian, Kecamatan Juai, digelar selama dua hari sebagai upaya merawat sejarah, menghidupkan tradisi, dan mewariskan seni budaya Banjar kepada generasi muda, Jumatkemarin.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat SekretariatDaerah Kabupaten Balangan, Aidinnor, mengatakan, Karasmin bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari jati diri masyarakat Banjar yang merekam sejarah dan carahidup para leluhur. Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebutdi tengah arus modernisasi merupakan hal yang patut disyukuri.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana budaya ini bisa kita kenalkan kepada generasi penerus. Ajakanak-anak kita hadir dan terlibat dalam setiap persiapan kegiatan Karasmin ini,” ujarnya.
Aidinnor berharap, pelaksanaan Aruh Karasmin ke depan tidak hanya dimaknai sebagai agenda budayatahunan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pelestarian budaya, edukasi, maupun pengembangan potensi wisata budaya.
Sementara, Ketua FKPMIB Kalimantan Selatan, Ahmad Juliansyah, mengatakan, kegiatan tersebut didukung Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian KebudayaanWilayah XIII Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat pelestarian dan pengenalan budaya lokal kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi seminar mengenai Rumah Batu sebagai salah satu aset cagar budaya di Muara Ninian, workshop tradisi Batimung, peluncuran buku Apuah Banua oleh Dewan Kesenian Balangan, penampilan tari dari Sanggar Bulian Anum, hingga pementasan teater yang memadukan unsur tari dan musik sebagai puncak acara.
“Kami berharap, melalui kegiatanini masyarakat semakin teredukasi untuk menjaga dan melestarikanbudaya serta cagar budaya yang dimiliki daerah. Jika tidak diwariskan dan dilestarikan, tradisi ini dikhawatirkan akan hilang ditengah perkembangan zaman yang serba digital,” tambahnya. (rel/K-6)















