RANTAU, Kalimantanpost.com — Pemerintah Kabupaten Tapin menjadikan peningkatan konsumsi ikan sebagai salah satu strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia. Upaya itu diwujudkan melalui Lomba Masak Serba Ikan Tahun 2026 yang digelar Dinas Perikanan bekerjasama Tim Penggerak PKK berlangsung Aula Sekretariat PKK Kabupaten Tapin, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi kuliner, tetapi juga sarana edukasi untuk membangun budaya makan ikan di tengah masyarakat.
Bupati Tapin H Yamani mengatakan, ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi dan berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, gerakan memasyarakatkan makan ikan harus menjadi agenda bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan makan ikan bukan hanya tanggung jawab sektor perikanan, melainkan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi Tapin yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” kata Yamani.
Menurut dia, lomba tersebut memiliki nilai strategis karena mampu memperkenalkan berbagai inovasi olahan ikan yang lebih menarik dan mudah diterapkan dalam menu keluarga sehari-hari.
“Melalui kreativitas peserta, masyarakat diajak melihat bahwa ikan dapat diolah menjadi beragam hidangan bernilai gizi tinggi sekaligus memiliki cita rasa yang disukai semua kalangan, “katanya.
Ditambahkan Bupati bahwa semakin tingginya permintaan terhadap produk perikanan akan memberikan manfaat langsung bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Tapin.
Melalui Lomba Masak Serba Ikan 2026, saya berharap kampanye Gemarikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan nyata yang membudaya di lingkungan keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya konsumsi pangan bergizi.
Menurutnya, peran ibu dalam menentukan pola makan keluarga sangat strategis sehingga inovasi pengolahan ikan perlu terus didorong agar semakin diminati, khususnya oleh anak-anak dan remaja.
Faridah berharap kreativitas yang lahir dari lomba itu dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi perikanan lokal sebagai sumber pangan sehat sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk olahan ikan.
Selain mendorong perbaikan gizi masyarakat, peningkatan konsumsi ikan juga diyakini berdampak pada penguatan ekonomi daerah.
Dengan meningkatnya konsumsi ikan, kualitas gizi masyarakat diharapkan semakin baik, sekaligus mendukung lahirnya generasi Tapin yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.(abd/KPO-4).















