Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinHEADLINE

Dishub Banjarmasin Turunkan 11 Personel Atur Lalu Lintas Jalan Amblas di Sungai Lulut Km 5,5 Banjarmasin

×

Dishub Banjarmasin Turunkan 11 Personel Atur Lalu Lintas Jalan Amblas di Sungai Lulut Km 5,5 Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 WA00191
Jalan di Sungai Lulut Kilometer 5,5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan amblas pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, warga yang ingin bekerja atau mengantar anaknya ke sekolah di Kota Banjarmasin harus antre secara bergantian. (Kalimantapost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Setelah amblasnya Sungai Lulut Kilometer 5,5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Bukannya hanya petugas Damkar yang turun ke lapangan, tapi juga Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo bersama anggotanya turun ke lapangan mengatur arus lalu lintas.

Kalimantan Post

Berdasarkan pemantauan di lapangan pukul 09.00 Wita, petugas Dishub meminta mobil roda empat yang dari Kota Banjarmasin menuju ke Sungai Lulut atau sebaliknya agar memutar balik dan mencari jalan alternatif mencegah kemacetan.

Hanya kendaraan roda dua saja diperbolehkan melintasi jalan yang amblas, itu pun secara bergantian.

Kehadiran petugas tersebut cukup membantu mencegah kemacetan di lokasi amblasnya jalan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo yang ditemui lokasi amblasnya jalan di Sungai Lulut mengungkapkan pihaknya melakukan beberapa langkah untuk mencegah terjadi kemacetan.

“Pertama petugas kami mengatur arus lalu lintas agar jalan disini berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan,” papar Slamet.

Kedua, pengalihan pengguna jalan roda empat agar tidak melintasi jalan disini dan meminta memutar balik untuk mencari jalan alternatif.

“Kami juga menurunkan sekitar 10 sampai 11 petugas dari Dishub untuk mengatur arus lalu lintas secara bergantian. Alhamdulillah dengan adanya pengaturan lalu lintas, sampai ini tidak terjadi kemacetan,” ujarnya.

Slamet pun memberi saran agar jalan ini tidak terjadi amblas lagi, diharapkan pihak terkait membikin siring yang kuat agar bisa menahan abrasi dari sungai Martapura dan bisa menahan beban.

“Kontruksinya bangunan jalan juga harus kuat agar bisa menahan beban kendaraan berat bila melintasi jalan ini,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan di Sungai Lulut Kilometer 5,5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan amblas pada Rabu (15/7) sekitar pukul 03.00 Wita. Akibatnya, warga yang ingin bekerja atau mengantar anaknya ke sekolah di Kota Banjarmasin harus antre secara bergantian.

Baca Juga :  Rayhan Ananto Serap Aspirasi Warga AKT, Halaman SD dan Jalan Lingkungan Jadi Sorotan

Amblas jalan tersebut akibat tak mampu menahan beban kendaraan berat yang melintas di jalan tersebut dan terjadi abrasi terkikis air sungai.

Berdasarkan catatan wartawan Kalimantanpost.com, beberapa kali jalan tersebut tahantak, tapi oleh PUPR Pemprov Kalsel hanya sekedar ditambal sulam dan jalannya tak dipadati serta benar-benar di siring agar tak abrasi.

Saat ini amblasnya jalan cukup parah dan diharapkan PUPR Provinsi Kalsel bukan sekedar menambal jalan tapi menyiring jalan dan memadatinya agar pondasi tanahnya kuat.

Berdasarkan pemantauan wartawan Kalimantanpost.com Rabu (15/7) pukul 06.00 Wita, beberapa warga secara sukarela mengatur arus lintas dengan cara buka tutup agar kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.

Sekitar pukul 06.20 Wita kemacetan sudah mulai terasa mengingat saat itu aktivitas warga sudah meningkat karena masyarakat di Sungai Lulut dan Sungai Tabuk ingin bekerja dan mengantar anaknya yang sekolah di Banjarmasin.

Kemacetan pun sudah mulai terjadi dan ada beberapa mobil yang melintas memilih memutar untuk memilih jalan alternatif jalan Karya Tani – Kompleks Rahayu menuju Banjarmasin.

Salah satu warga, Yansah yang ditemui disela-sela mengatur lalu lintas mengungkapkan amblasnya jalan tersebut Rabu sekitar pukul 03.00 Wita.

“Sebelumnya sudah terjadi retakan-retakan dan puncak amblasnya subuh tadi sekitar pukul 03.00 Wita,”” ucap Yansah.

Menurut dia, di jalan ini sebenarnya beberapa kali sudah tahantak dan sambal sulam saja oleh pemerintah. “Kondisi ini paling parah, jalan amblas yang cukup dalam,” ucapnya.

Yansah berharap pemerintah melalui PUPR Kalsel tak hanya sekedar menambal sulam tapi benar-benar memadati agar keras jalannya serta dibikin Siring yang representatif agar tak lagi terjadi amblas. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan