Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

PT AM Bandarmasih Siapkan Mitigasi Hadapi Kemarau, Antisipasi Intrusi Air Asin

×

PT AM Bandarmasih Siapkan Mitigasi Hadapi Kemarau, Antisipasi Intrusi Air Asin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260716 185347 e1784199284301

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Direktur Utama PT Air Minum (PT AM) Bandarmasih, Zulbadli, memastikan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang mulai memicu intrusi air asin pada sumber air baku.

Hal tersebut disampaikan Zulbadli saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kesiapan perusahaan menghadapi musim kemarau 2026, Kamis (16/7/2026).

Kalimantan Post

“Menghadapi potensi kemarau panjang, seluruh risiko sudah kami identifikasi beserta rencana tindak lanjutnya. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menguras mulut intake di seluruh titik pengambilan air baku, seperti Intake Sungai Tabuk dan Intake Sungai Bilu,” ujarnya.

Menurutnya, pengurasan dilakukan saat kondisi air sungai surut yang dalam beberapa hari terakhir terjadi mulai sekitar pukul 01.00 hingga pagi hari.

Jadi, katanya, setelah PT AM Bandarmasih juga melakukan pembenahan pada sistem perpompaan dan kelistrikan agar proses pengambilan air baku tidak terganggu.

“Kami memastikan seluruh sistem pendukung tetap berfungsi optimal sehingga distribusi air kepada pelanggan tidak terganggu,” katanya.

Zulbadli menjelaskan, potensi intrusi air asin paling besar terjadi di Intake Sungai Bilu karena lokasinya yang lebih dekat ke muara sungai. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perusahaan menerapkan sistem pencampuran (mixing) air baku dari Intake 1 dan Intake 2.

“Air baku dari kedua intake kami campur sehingga kadar salinitasnya tetap berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan. Dengan cara itu, air masih dapat diolah dan didistribusikan kepada pelanggan,” jelasnya.

Ia menegaskan, instalasi pengolahan milik PT AM Bandarmasih hanya dirancang untuk mengolah air tawar menjadi air bersih, bukan mengubah air asin menjadi air tawar.

“Karena itu, yang kami lakukan bukan mengolah air asin, melainkan mencampurkan air baku dari dua intake agar kualitasnya tetap sesuai standar sebelum masuk ke instalasi pengolahan,” tegasnya.

Baca Juga :  Coffe Morning Jadi Wadah Forkopimda Banjarmasin Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi

Selain langkah teknis, PT AM Bandarmasih juga terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), pengelola irigasi, dan instansi terkait dalam pengaturan pintu air agar kebutuhan seluruh pihak dapat terakomodasi.

“Kami ingin pengaturan pintu air menguntungkan semua pihak, baik PT AM Bandarmasih, petani, nelayan, maupun pembudidaya ikan. Intinya tidak ada yang dirugikan, sehingga koordinasi lintas sektor terus kami lakukan dalam pengelolaan air baku,” ujarnya.

Zulbadli mengungkapkan, salinitas air baku yang terpantau saat ini saat kondisi pasang berada di kisaran 15 miligram per liter (mg/l). Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimum yang diperbolehkan, yakni 250 mg/l, sehingga kualitas air baku masih aman untuk diolah menjadi air bersih.

Meski demikian, ia mengingatkan kondisi tersebut sangat bergantung pada cuaca dan debit air dari wilayah hulu.

“Selama masih ada pasokan air dari hulu, kondisi relatif aman. Namun apabila kemarau berkepanjangan dan tidak terjadi hujan, debit sungai akan terus menurun sehingga intrusi air asin berpotensi bergerak lebih cepat menuju intake. Karena itu kami terus memantau perkembangan kondisi air setiap hari,” pungkasnya.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan