BANJARMASIN, KP – Gubernur Kalsel H Muhidin bertekad mengejar janji PT PLN UID Kalselteng, terkait pemadaman aliran listrik bergiliran yang kerap terjadi di wilayah Kalsel.
“Kita akan tagih janji PLN, kenapa pemadaman aliran listrik masih terus terjadi,” kata Muhidin kepada wartawan, usai rapat paripurna dewan, Selasa (28/7).
Muhidin mengakui telah menelpon PLN untuk mempertanyakan pemadaman aliran listrik dan disampaikan ada boiler di pembangkit listrik di Kaltim yang mengalami kebocoran.
“Kita juga sudah menyampaikan masalah tersebut di berbagai pertemuan, termasuk di Polda Kalsel lalu,” ujarnya, didampingi Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.
Saat inipun sedang berlangsung pertemuan di PLTU Asam-asam untuk membahas pemadaman aliran listrik.
“Kita tagih janji GM PLN, karena pemadaman aliran listrik masih berlangsung, bahkan makin parah,” tegas Muhidin.
Karena PLN menjanjikan pemadaman tidak terjadi lagi pada awal Agustus 2026 hingga menunggu penyelesaian perbaikan beberapa pembangkit listrik.
Bahkan, Muhidin menegaskan, jika masih terjadi lagi, maka GM PLN Kalselteng akan dilaporkan ke pusat, karena tidak serius mengatasi pemadaman aliran listrik.
“Kalau perlu, GM PLN diberhentikan saja,” tegas Muhidin. (lyn/K-2)















