Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tabalong

Bupati Tabalong: “Investasi terbaik bangsa membangun anak Indonesia”

×

Bupati Tabalong: “Investasi terbaik bangsa membangun anak Indonesia”

Sebarkan artikel ini
Hal 9 Tabalong Adv 3 klm 1
KP/Ist

Tanjung, KP – Bangun Masa Depan tidak hanya mengandung pesan bahwa investasi terbaik bangsa ini bukan semata-mata pada pembangunan infrastruktur melainkan pada setiap anak Indonesia.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Bupati Tabalong Ir H Muhammad Rifani SH ST MT, saat membacakan amanat menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifatul Choiruddin Fauzi di acara peringatan Hari anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Tabalong 2026 bertempat di Halaman Pendopo Bersinar, belum lama tadi.

Kalimantan Post

Diterangkannya, ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan.

Di HAN ke-42 Tahun 2026 mengangkat tema utama “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema ini menurut H Fani bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. “Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya,” ujarnya.

“Lindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital,” jelas H Fani.

Perlindungan anak lanjutnya, tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah. “Yang tidak kalah penting, anak juga berperan sebagai mitra dalam upaya perlindungan. Melalui keberanian untuk menyampaikan pendapat, saling menjaga, saling mengingatkan, dan berpartisipasi sesuai dengan usia dan kapasitasnya, anak turut berperan dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi dirinya maupun sesamanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Wujudkan 7 Propri Daerah, Transportasi Digital Hingga ke Tingkat Desa

Tema hari anak ujarnya, diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gemas #RANA) sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pelindungan, pemenuhan hak anak, partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. “Semangat tersebut kini terus dilanjutkan melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak,” ujarnya.

“Sejalan dengan pendekatan tersebut, Sayang Anak Sayang Indonesia, dipilih menjadi tagline. Bukan sekadar pengingat, tetapi juga ajakan untuk mencintai, melindungi, dan memberikan masa depan cerah kepada anak-anak, yang nantinya akan membawa kemajuan bagi Indonesia,” terang H Fani.

Selebihnya, ungkap H Fani peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 juga memiliki beberapa nilai dasar yang dapat menjadi muatan tujuan pada tiap kegiatan yang dilaksanakan, yakni Berakhlak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab. Nilai-nilai ini diharapkan mampu terinternalisasi sebagai fondasi anak-anak Indonesia dalam bertumbuh bermasyarakat. (ros/K-6)

Iklan
Iklan