Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Tujuh Tuntutan dan Bentangkan Spanduk

×

Tujuh Tuntutan dan Bentangkan Spanduk

Sebarkan artikel ini

Warga Geruduk PLN UP3 Banjarmasin

1 utama 5 klm 9 cm aksi pln
SAMPAIKAN KELUHAN -- Aksi warga sampaikan keluhan terhadap pemadaman listrik bergilir di hadapan manajemen PLN UP3 Banjarmasin hingga bentangkan spanduk, Selasa (28/7) (KP/Hamdiah/Repro)

Banjarmasin, KP – Sejumlah warga, termasuk dari Aliansi Pemuda “geruduk” (mendatangi) Kantor PLN UP3 Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat, Selasa (28/7).

Aksi sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir.

Kalimantan Post

Warga ini dipicu rasa kecewa karena pemadaman listrik bergilir yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari hingga berdampak pada usaha dan pekerjaan mereka.

Terpantau di lokasi, warga bergantian menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada petugas dan meminta pihak PLN memberikan penjelasan mengenai penyebab, kepastian jadwal pemadaman hingga kepastian kapan berakhirnya gangguan listrik tersebut.

Di sisi lain, aksi massa ini turut mencuri perhatian para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Bahkan sampai ada yang ikut bergabung menyampaikan kekesalan terhadap persoalan pemadaman listrik tersebut.

Seperti Sandrarini yang awalnya melihat ramai-ramai di depan Kantor PLN UP3 Banjarmasin membuat dirinya tertarik untuk mendekat.

“Saya tidak ikut dari awal, saya cuman lewat kebetulan ada demo.

Jadi ikut karena saya kepengen mengutarakan apa yang saya rasa selama pemadam listrik ini,” ungkap Sandrarini kepada {[KP]} di sela aksi.

Ia mengatakan pemadaman listrik bergilir ini sangat merugikan masyarakat.

Apalagi terjadi setiap hari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi cukup lama.

Sebagai pelaku usaha rumahan yang banyak menggunakan listrik.

Tentunya pemadaman listrik yang terjadi secara berulang ini cukup membuat menghambat usahanya.

“Kemarin saja saya mau masakan orang selamatan haul, blender tidak bisa nyala.

Saya mau ke pasar giling bumbu mati lampu juga.

Coba bayangkan kalau diulek dengan berapa kilogram bawang, cabai dan segalanya. Apa tidak sengklek itu bahu,” tuturnya.

Menurutnya, kerugian yang dirasakan tidak hanya semata-mata material saja.

Baca Juga :  Pemprov Kalsel Bahas Penguatan Tim Koordinasi Daerah Zoonosis

Namun rugi waktu dan tenaga jika gangguan listrik ini akan terus terjadi dalam waktu panjang.

Tidak hanya berdampak pada pelaku usaha yang merugi.

Bahkan ibu rumah tangga ikut kebingungan karena cukup terhambat untuk aktivitas sehari-hari dengan padamnya listrik ini.

“Anak mau sekolah, tapi malam padam. Kita setrika baju tidak bisa.

Ibu-ibu sekitar rumah saya juga mengeluh dan merasa dirugikan,” kesalnya.

Di samping itu, ia juga mempertanyakan pemadaman listrik seperti tidak merata karena ada beberapa wilayah tertentu tidak kena jadwal pemadaman listrik tersebut.

“Coba lihat di daerah-daerah yang elit ke atas tidak ada pemadaman. Harusnya adil, jangan di daerah tertentu saja, semua merata harusnya,” pungkasnya.

Layangkan Tuntutan

Dari ini pula, ada sebanyak tujuh poin tuntutan dilayangkan puluhan warga.

Ahmad Sunir Ridha salah seorang orator aksi, mengatakan dari tujuh poin tuntutan yang disampaikan menyoroti kepada kepastian kapan pemadaman listrik bergilir akan berakhir.

“Tadi dijelaskan selambat-lambatnya tanggal 5 Agustus awal bulan berarti karena dari pusat ada juga yang melakukan aksi massa,” kata Ahmad Sunir Ridha.

Kemudian massa juga meminta adanya kompensasi yang didapat masyarakat setelah mengalami kerugian imbas pemadaman listrik bergilir yang terjadi secara berulang saat ini. Baik itu, pelaku usaha maupun warga biasa.

Namun memang lanjut Ahmad Sunir Ridha, jawaban dari perwakilan cukup mengecewakan karena hanya berupa kompensasi potongan bukan pengembalian uang atas kerugian yang terjadi.

“Mereka cuman bisa menjelaskan ketentuan undang-undang yang berlaku karena mereka bekerja sebagai teknis,” tuturnya.

Seiring dengan itu, pihaknya mengupayakan ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan Kalsel) serta pihak PLN sendiri.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Rendah, Rapat Banggar Dihentikan, Gebernur Minta Evaluasi

“Seyogyanya kami secepat mungkin mengirim permintaan kepada pemerintah kota untuk melakukan RDP dengan masyarakat dan mungkin massa aksi,” tuturnya.

Tidak sampai disitu, massa juga meminta kepada PLN untuk melakukan konferensi press secara resmi karena selama ini PLN dinilai lamban dalam menyampaikan informasi.

“Kami minta mereka konferensi press dengan satu forum bersama stakeholder pemerintah kota dan provinsi.

Mereka menyampaikan dengan permohonan minta maaf atas persoalan yang terjadi,” tegasnya.

Apabila tujuh tuntutan yang telah disampaikan tadi tidak penuhi dalam 2×24 jam.

Maka aksi massa kembali dilakukan dengan jumlah aksi yang lebih banyak. Terlebih, besok ada aksi massa lagi dari Rakyat Kalsel Melawan

“Kami membuka gerbangnya dulu. Jadi jangan salahkan ada mobilisasi massa lebih masif lagi, jika tidak dipenuhi hingga Kamis nanti,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, langkah selanjutnya masalah ini akan ditempuh pihaknya ke jalur hukum dengan mempertimbangkan segala kerugian yang ada terhitung secara materiil dengan mengumpulkan data-data di masyarakat. (ham/K-2)

Iklan
Iklan