Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Dugaan Pelecehan Guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin Diluruskan, Sekolah Sebut Salah Paham

×

Dugaan Pelecehan Guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin Diluruskan, Sekolah Sebut Salah Paham

Sebarkan artikel ini
IMG 20260808 WA0050
SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dugaan pelecehan yang menyeret seorang guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin diklarifikasikan pihak sekolah yang menyebut adanya kesalahpahaman dan meminta agar informasi yang beredar tidak disimpulkan secara sepihak.

Sebab menurut Kepala SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin, Risdawati persoalan tersebut sudah diselesaikan dengan mempertemukan langsung antara guru yang bersangkutan dengan orang tua siswa.

Kalimantan Post

“Jadi masalah itu sudah selesai karena baik guru yang bersangkutan maupun orang tua siswi sudah dipertemukan untuk mediasi,” ungkap Risdawati kepada jurnalis Kalimantanpost.com, Sabtu (8/8/2026).

Bahkan siswi yang diduga menjadi korban pelecehan itu ada dalam mediasi tersebut untuk menceritakan langsung kronologi yang sebenarnya terjadi hingga dapat disimpulkan adanya kesalahpahaman.

Adapun kontak fisik yang terjadi lanjutnya, hanya merupakan tindakan refleks interaksi antara guru dan peserta didik.

“Jadi tidak seperti informasi beredar yang menyebut pelecehan hanya kontak fisik biasa selayak guru dan siswa,” sebut Risdawati.

Tentunya ia sangat menyayangkan adanya informasi yang tidak sesuai beredar. Terlebih, persoalan tersebut sudah diselesaikan dengan baik.

“Bahkan siswanya masih bersekolah dengan baik dan happy setelah kejadian itu. Artinya tidak terjadi hal-hal seperti yang beredar,” ujarnya.

Namun hal itu tetap menjadi warning bagi pihaknya untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah. Apalagi di tengah digitalisasi ini, sangat mudah masyarakat mengakses dan memviralkan sebuah informasi.

“Insya Allah ini jadi pembelajaran buat kami ke depan karena adanya dugaan kasus ini, guru yang bersangkutan menjadi tidak fokus mengajar karena kepikiran,” akhirnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama setelah mendapat informasi, pihaknya langsung melakukan klarifikasi kepada Kepala SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin.

“Kami sudah meminta klarifikasi dari pihak sekolah. Mereka sudah melakukan mediasi dan komunikasi antara guru yang bersangkutan dengan orang tua hingga peserta didik yang diduga mendapat pelecehan,” ucap Ryan.

Baca Juga :  Pemko Banjarmasin Petakan Aset Potensial untuk Kerja Sama Investasi

Berdasarkan klarifikasi yang disampaikan SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin lanjut Ryan, kronologi kejadian bermula ketika peserta didik bertemu dengan guru yang sebelumnya pernah mengajarnya.

Dalam interaksi tersebut terjadi interksi antara guru dan dua peserta didik. Dalam rangkaian interaksi itu, berdasarkan keterangan para pihak, terjadi kontak pada bagian tubuh peserta didik.

“Guru yang bersangkutan telah memberikan penjelasan bahwa kontak fisik tersebut terjadi secara tidak disengaja dalam suasana menyapa dan bercanda. Guru juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada peserta didik dan orang tuanya,” jelas Ryan.

Tentunya atas kejadian ini, menjadi bahan evaluasi terhadap semua sekolah untuk mengingatkan seluruh guru untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan peserta didik. Khususnya terkait kontak fisik dan batas profesional guru dengan peserta didik.

Disdik Kota Banjarmasin juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan penanganan dilakukan secara objektif, mengutamakan perlindungan dan kenyamanan peserta didik, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ini jadi perhatian serius kami, terutama pada guru untuk lebih berhati-hati apalagi saat kontak fisik dan utamakan profesional guru dengan peserta didik,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar pemberitaan adanya dugaan pelecahan yang melibatkan seorang oknum guru SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin terhadap siswinya.

Informasi ini kemudian beredar di kalangan orang tua siswa dan wali murid hingga memunculkan kekhawatiran. Terlebih oknum guru tersebut masih aktif mengajar.(ham/KPO-3).

Iklan
Iklan