BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus di tahun 2026, lapak-lapak penjual bendera dan atribut kemerdekaan mulai menghiasi kawasan Pasar Lima, Banjarmasin. Namun, di balik semaraknya warna merah putih yang dijajakan, para pedagang justru menghadapi kondisi penjualan yang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang, Fakhri, mengatakan jumlah pembeli yang datang tahun ini terasa lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap penjualan yang secara umum mengalami penurunan.
“Omzet harian juga sulit diprediksi karena sangat bergantung pada banyaknya pembeli yang datang,” paparnya, Selasa (11/8/2026).
Meski pembeli berkurang, bendera merah putih masih menjadi salah satu barang yang paling banyak dicari masyarakat. Selain bendera, berbagai hiasan untuk memeriahkan lingkungan juga cukup diminati, termasuk dekorasi kain. Permintaan terhadap kaos atau baju khusus panitia perlombaan dan kegiatan 17 Agustus juga masih terlihat.
Fakhri menyebut pembelinya berasal dari berbagai kalangan. Selain masyarakat yang membeli untuk kebutuhan pribadi, kantor dan sejumlah instansi juga menjadi pelanggan, khususnya untuk kebutuhan dekorasi ruangan maupun lingkungan kerja. Pedagang pun melayani pembelian mulai dari satuan, lusinan, hingga dalam jumlah besar sesuai kebutuhan pelanggan.
Untuk harga, Fakhri menjelaskan nilai jual setiap produk disesuaikan dengan jenis dan kualitas bahan yang digunakan. Ukuran bendera serta tingkat kerumitan desain juga menjadi pertimbangan dalam menentukan harga. Meski terdapat sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, perubahan harga tersebut dinilai masih relatif tipis.
Di sisi lain, kondisi lokasi yang ramai belum tentu membuat penjualan selalu meningkat. Pedagang tetap harus menunggu konsumen yang datang dan tertarik membeli produk yang ditawarkan. Karena itu, pendapatan setiap harinya bisa berubah-ubah, tergantung kondisi pasar dan jumlah pembeli.
Meski menghadapi penurunan pembeli, para pedagang tetap berharap geliat penjualan akan meningkat mendekati puncak perayaan 17 Agustus. Bagi mereka, bendera, hiasan, dan berbagai atribut kemerdekaan bukan sekadar barang dagangan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyemarakkan suasana Hari Kemerdekaan. (nug/KPO-3)















