Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tabalong

Bupati Tabalong:”Tabalong Daerah Rawan Bencana, Kesiapsiagaan Penting Selalu Diupayakan”

×

Bupati Tabalong:”Tabalong Daerah Rawan Bencana, Kesiapsiagaan Penting Selalu Diupayakan”

Sebarkan artikel ini
Hal 5 Tabalong Adv 1 3 klm
KP/Ist

Tanjung, KP – Kabupaten Tabalong dialiri oleh sungai yang berpotensi terjadinya banjir di musim hujan, begitu juga di saat puncak kemarau, Tabalong juga rawan kebakaran, maka kesiapsiagaan penting untuk selalu dilakukan.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Bupati Tabalong Ir H Muhammad Rifani SH ST MT, belum lama tadi di Tanjung.

Kalimantan Post

Menurut bupati, sosialisasi kebencanaan penting untuk selalu dilakukan, “mengupayakan kesiapsiagaan bencana untuk menghadapi berbagai potensi bencana, terlebih kita tau saat ini memasuki puncak kemarau, kita semua perlu waspada,” ujarnya.

Masih terkait kebencanaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong akan menambah santunan relawan sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati Tabalong.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Haris Fakhrozi menyampaikan, jumlah relawan yang masuk dan diusulkan mendapat santunan sebanyak 1.576 orang. “Dalam Pasal 76 Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 04 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Bencana Daerah diamanatkan bahwa Pemerintah Daerah dapat memberikan dua santunan yaitu duka cita dan kecacatan,” ujarnya belum lama tadi.

Adapun penerima santunan ungkap Haris terdiri dari UPBS, Redcar, dan Relawan Desa termasuk relawan dari Dinas Sosial P3AP2KB yaitu Tagana. “Jadi kami bersepakat bahwa kita tidak ada lagi relawan dibedakan, selama menjadi relawan di Tabalong dibawah naungan pemerintah akan kita beri santunan,” ujarnya.

“Mudah-mudahan selanjutnya bisa bertambah dan kita akan anggarkan di APBD Perubahan TA 2026 ini,” harap Haris.

Di kesempatan itu Haris juga mengungkapkan, selama ini pihaknya telah memberikan memberikan santunan sebanyak 330 orang relawan dari 32 UPBS.

“UPBS terdaftar ada 32 sementara yang tercatat di ada 91 UPBS. Tapi yang sudah terdaftar dan yang memiliki unit mobil tangki itu yang kita prioritaskan dalam hal ini tangki untuk suplai air kekeringan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Tutup Pelatihan Organizer dan Advokasi Serikat Pekerja

Adapun dari 330 orang tersebut sudah ada tiga UPBS yang anggotanya pernah mendapatkan santunan, misalnya Ketua UPBS Pusaka Banua Lawas, Ketua UPBS Pelajar Cenderawasih Tanjung, dan relawan UPBS Mura.

“Mereka mendapat santunan duka cita atau kematian karena sakit, bukan karena bertugas yang tetap diberi santunan sebesar Rp 42 juta rupiah,” sebutnya.

Ia pun berharap santunan ini tidak dapat digunakan tetapi tetap menyatakan pemerintah menghargai relawan.

“Sekali lagi kami ulangi mudah-mudahan santunan ini tidak digunakan, tapi menyatakan pemerintah tetap menghargai relawan yang hadir setiap saat,” demikian pungkas Haris. (ros/K-6)

Iklan
Iklan