Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Jembatan Simpang Ulin-Veteran Jadi Sorotan, PUPR Banjarmasin Evaluasi Bersama BWS Kalimantan III

×

Jembatan Simpang Ulin-Veteran Jadi Sorotan, PUPR Banjarmasin Evaluasi Bersama BWS Kalimantan III

Sebarkan artikel ini
IMG 20260815 WA0034 e1786789630484
PEMBANGUNAN - Pembangunan Jalan Simpang Ulin dengan Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Tengah. (Kalimantanpost.com/hamdi)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Simpang Ulin dengan Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Tengah, menjadi perhatian publik. Proyek yang merupakan bagian dari National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) tersebut mendapat sorotan dari warga, kalangan akademisi, hingga YLKI Kalimantan.

Sejumlah pihak mempertanyakan kondisi konstruksi jembatan yang dinilai terlalu tinggi dan dikhawatirkan membuat akses kendaraan menjadi kurang aman.

Kalimantan Post

Selain persoalan kemiringan akses, perubahan sistem saluran air di sekitar proyek juga memunculkan kekhawatiran baru terkait potensi genangan di kawasan permukiman.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung sekaligus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan yang dikerjakan oleh BWS akan kami koordinasikan untuk rencana penanganannya. Target kita agar nantinya jembatan tersebut tetap nyaman serta menjamin keselamatan dan keamanan bagi para pengguna jalan,” kata Chandra, Sabtu (15/8/2026).

Chandra menjelaskan, bentuk jembatan yang saat ini terlihat menjulang belum menggambarkan kondisi akhir konstruksi. Menurutnya, bagian yang telah terbangun masih berupa struktur bawah atau abutment, sedangkan jalan pendekat menuju jembatan atau oprit masih dalam proses pengerjaan.

Ia menegaskan, desain oprit nantinya harus memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dengan demikian, kemiringan akses menuju jembatan tidak dibuat terlalu terjal.

“Bisa saja terlihat tinggi karena saat meksimal belum selesai. Itu masih bagian abutment. Nanti ada bagian oprit yang menyambung langsung ke jalan agar landai dan nyaman dilalui. Tentu standar oprit yang diinginkan adalah yang aman dan tidak terlalu menanjak (mandaki),” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Remaja Internasional, Konteks Berbeda, Aspirasi Tetap Sama

Di sisi lain, persoalan drainase juga menjadi perhatian Dinas PUPR. Perubahan kondisi saluran air akibat pembangunan jembatan dikhawatirkan berdampak terhadap aliran air menuju kawasan permukiman di sekitar lokasi.

Ia menyebut pihaknya akan kembali melihat kondisi sistem drainase di lapangan untuk memastikan pembangunan jembatan tidak menimbulkan persoalan baru, khususnya genangan saat hujan.

“Terkait potensi banjir, itu kan berkaitan langsung dengan sistem saluran drainase. Nanti akan kami cek dan evaluasi kembali di lapangan bersama BWS Kalimantan III,” tegasnya.

Evaluasi teknis antara Dinas PUPR Banjarmasin dan BWS Kalimantan III tersebut diupayakan dilakukan dalam waktu dekat. Pemeriksaan akan menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan sebelum jembatan digunakan secara penuh oleh masyarakat.

PUPR Banjarmasin berharap penyelesaian pekerjaan nantinya tidak hanya menghasilkan akses penghubung baru, tetapi juga memastikan aspek keselamatan lalu lintas, kenyamanan pengguna jalan, serta kelancaran sistem drainase di lingkungan sekitar tetap terjaga. (ham/KPO-4)

Iklan
Iklan