Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Bukan Sekadar Padam, Yanti Sebut Listrik Mematikan Mata Pencahariannya di Tengah Massa Aksi Didepan DPRD Kalsel

×

Bukan Sekadar Padam, Yanti Sebut Listrik Mematikan Mata Pencahariannya di Tengah Massa Aksi Didepan DPRD Kalsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260820 WA0067
Yanti Karmila Salah Satu Seorang Warga yang Turut Menyuarakan Aksinya didepan Ratusan Massa, Kamis (20/08/2026). (Kalimantanpost.com/Nug)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Bagi Yanti Karmila, 26 tahun, pemadaman listrik bukan lagi sekadar persoalan rumah gelap atau aktivitas yang tertunda. Aliran listrik yang berulang kali padam di tempat tinggalnya di Kertak Hanyar justru ikut memutus sumber penghasilan yang menjadi tumpuan hidup keluarganya.

Karena itu, Yanti memilih datang langsung ke Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026) sore. Ia bergabung di tengah ratusan massa aksi yang menyuarakan berbagai persoalan di Kalsel, salah satunya pemadaman listrik yang masih dikeluhkan masyarakat.

Kalimantan Post

Yanti datang bukan sekadar untuk ikut menyuarakan persoalan pemadaman listrik. Sebagai content creator sekaligus affiliator TikTok, listrik menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Ketika aliran listrik terputus, aktivitasnya untuk melakukan penjualan secara live ikut terhenti, ditambah koneksi internet yang turut terganggu meski telah menggunakan data seluler.

Bagi Yanti, kondisi tersebut bukan perkara sepele. Pemadaman listrik yang berulang di wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Kertak Hanyar, menurutnya telah mengganggu sumber penghasilan yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut seperti mematikan mata pencahariannya.

Kerugian yang dirasakan Yanti dari aktivitas penjualan melalui affiliate diperkirakan mencapai sekitar Rp500 ribu dalam sehari. Jika ditambah dengan potensi penghasilan dari gift challenge di TikTok, kerugian yang tidak bisa didapatkannya disebut dapat mencapai Rp1,5 juta per hari.

Persoalan itu menjadi semakin berat karena Yanti merupakan tulang punggung keluarga. Suaminya saat ini tidak bekerja, sementara ia harus memenuhi kebutuhan dua anak, termasuk satu anak yang masih bayi, serta membantu membiayai kebutuhan orang tuanya. Penghasilan dari aktivitas digital tersebut pun menjadi salah satu tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti susu dan popok anak.

Baca Juga :  Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Diresmikan dalam Puncak HUT ke-76 Kalsel

Yanti mengatakan pemadaman yang terjadi di wilayah tempat tinggalnya dapat berlangsung berjam-jam. Dalam salah satu kejadian, listrik padam sejak sekitar pukul 09.10 WITA hingga 15.30 WITA. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk pekerjaan yang sepenuhnya bergantung pada listrik dan jaringan internet.

Bukan hanya persoalan penghasilan, pemadaman listrik juga dirasakan Yanti berdampak pada kondisi keluarganya. Ia menyebut bayinya mengalami kesulitan bernapas ketika listrik padam di rumah. Situasi tersebut membuat persoalan listrik yang selama ini ia keluhkan terasa jauh lebih serius karena sudah menyentuh kebutuhan dan kondisi keluarganya secara langsung.

Selama pemadaman berlangsung, Yanti mengaku terpaksa menggunakan tabungan darurat untuk menutup kebutuhan keluarga. Namun, tabungan tersebut kini hampir habis. Kondisi itu membuat dirinya semakin khawatir apabila pemadaman terus terjadi dan pekerjaan yang menjadi sumber penghasilannya kembali terganggu.

Yanti mengaku sudah berupaya menyampaikan keluhannya melalui media sosial. Ia bahkan melakukan aksi secara spontan dengan mendatangi lokasi setelah melihat siaran langsung aksi tersebut. Menurutnya, berbagai video keluhan yang sebelumnya ia unggah di TikTok belum juga membuat persoalan yang dialaminya didengar oleh pihak yang berwenang.

Kehadiran Yanti di tengah aksi akhirnya membawa warna berbeda dalam penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Kalsel. Di saat mahasiswa menyoroti persoalan Karhutla, antrean BBM subsidi hingga pemadaman listrik, ia membawa cerita dari sisi warga yang merasakan langsung dampak persoalan tersebut terhadap kehidupan sehari-hari.

Ia berharap keluhannya benar-benar didengar dan persoalan pemadaman segera mendapat penyelesaian. Di sisi lain, aksi mahasiswa masih berlangsung dengan penyampaian aspirasi secara bergantian sebelum Ketua DPRD Kalsel Supian HK bersama jajaran menjawab semua tuntutan massa. (Nug/KPO-5)

Baca Juga :  Pimpin Penurunan Bendera HUT ke-81, Wagub Hasnuryadi Tekankan Persatuan Menuju Indonesia Emas

Iklan
Iklan