JAKARTA, Kalimantanpost.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah di tingkat nasional. UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Pemerintah Kabupaten Lamandau menerima Anugerah Konservasi Alam 2026 dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Pintu Barat Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Ostra Wungkana, SHut, MSi selamj Plt Kepala DLHK Kabupaten Lamandau mengatakan penghargaan tersebut tertuang dalam Piagam Menteri Kehutanan Nomor PI.255/MENHUT/KSDAE/SDM.04/8/2026. UPTD Tahura Pemerintah Kabupaten Lamandau dinobatkan sebagai penerima Anugerah Konservasi Alam Tahun 2026 kategori UPT/UPTD Akseleratif Bidang Perencanaan.
Penghargaan diberikan atas pencapaian peningkatan efektivitas perencanaan paling akseleratif kategori Taman Hutan Raya Tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti upaya Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam memperkuat tata kelola kawasan konservasi mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Puncak HKAN 2026 sendiri mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
Bagi Kabupaten Lamandau, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kinerja UPTD Tahura, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan serta keanekaragaman hayati.
Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Lamandau sebagai salah satu daerah yang terus mendorong pengelolaan lingkungan dan konservasi alam secara terencana dan berkelanjutan.
“Penghargaan tingkat nasional ini diharapkan menjadi pemacu bagi UPTD Tahura Lamandau untuk terus berinovasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang,” pungkasnya. (ek/KPO-3)















