BANJARMASIN, kalimantanpost. com – Persaingan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin ketat. Kondisi itu ikut dirasakan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB).
Tahun akademik 2026/2027, jumlah pendaftar mahasiswa baru Uniska MAB tercatat 4.919 orang. Angka tersebut turun sekitar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan itu menjadi sinyal bahwa Uniska tak lagi berada dalam persaingan yang mudah di tengah semakin banyaknya pilihan kampus bagi calon mahasiswa.
Rektor Uniska MAB, Prof Mohammad Zainul, mengatakan jumlah pendaftar tersebut merupakan akumulasi dari dua gelombang penerimaan mahasiswa baru.
“Kalau kita bandingkan dengan pendaftar tahun lalu memang agak sedikit mengalami suatu penurunan kurang lebih 3,3 persen,” kata Zainul saat pelaksanaan tes penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua di Kampus Uniska MAB Handil Bakti, Minggu (23/8/2026).
Meski mengalami penurunan, Uniska MAB masih menargetkan dapat menerima sekitar 4.300 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.
Target tersebut diharapkan mampu menyamai jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun sebelumnya.
Zainul menilai salah satu tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah semakin ketatnya kompetisi. Persaingan bukan hanya terjadi di antara perguruan tinggi swasta, tetapi juga dengan kampus yang mengalami peningkatan status.
“Banyak perguruan tinggi yang mengalami suatu perubahan status. Yang tadinya akademi menjadi sekolah tinggi, sekolah tinggi menjadi institut atau universitas dan bahkan juga perguruan tinggi negeri ada beberapa yang berubah status menjadi PTNBH,” ujarnya.
Perubahan status tersebut membuat kapasitas penerimaan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi ikut meningkat. Alhasil, calon mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan kampus.
Kendati demikian, Zainul tak melihat angka 4.919 pendaftar sebagai sesuatu yang mengecewakan. Sebaliknya, angka tersebut menjadi bukti Uniska MAB masih memiliki daya tarik di tengah persaingan yang semakin keras.
“Ini menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya di Uniska masih relatif cukup besar,” katanya.(fin/KPO-1)















