Banjarbaru, KP – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat merespons ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guna mengantisipasi lonjakan kasus gangguan pernapasan, pemkot resmi menghadirkan fasilitas Rumah Oksigen yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, menjelaskan bahwa fasilitas ini dihadirkan sebagai langkah pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas akibat paparan asap berkepanjangan.
“Rumah Oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan,” ujar dr. Ani, Kamis (3/9).
Sebagai strategi memperluas jangkauan layanan, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh puskesmas di wilayah Banjarbaru untuk mendirikan fasilitas serupa sesuai kapasitas masing-masing. Sejauh ini, layanan terpadu dipusatkan di Public Safety Center (PSC) Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka yang beroperasi penuh selama 24 jam. Sementara itu, puskesmas lainnya melayani warga sesuai jam operasional reguler.
Meski fasilitas penanganan darurat telah disiagakan, pemkot tetap mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan di tengah polusi udara yang pekat. Warga, khususnya kelompok rentan, diminta disiplin mengenakan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam rawan, serta mencukupi kebutuhan gizi dan cairan tubuh.
Pemkot Banjarbaru menegaskan bahwa Rumah Oksigen diposisikan sebagai garda pertolongan awal, bukan pengganti rumah sakit. Keberadaan fasilitas ini krusial untuk mencegah perburukan kondisi kesehatan warga sebelum mendapatkan intervensi medis lanjutan.(Dev/K-5)















