PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Yanto Eko Saputra terpilih secara aklamasi Ketua Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Musyawarah Besar (Mubes) pada Minggu (6/9/2026).
Yanto akan memimpin forum untuk periode 2026-2031 dengan visi membangun organisasi yang solid, inklusif, harmonis, dan berintegritas.
Dalam visi dan misinya, Yanto menyebutkan amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama seluruh anggota forum.
“Saya menyadari tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Saya sangat membutuhkan peran serta, dukungan, kerja sama, kritik, serta saran dari seluruh ormas, paguyuban, dan kerukunan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yanto menyiapkan enam misi strategis. Yang meliputi penguatan persatuan dan kebersamaan antarorganisasi melalui komunikasi terbuka, inklusif, dan saling menghargai.
Ia berharap mendorong forum yang aktif dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh organisasi dalam kegiatan maupun pengambilan keputusan.
Yanto juga menekankan peningkatan kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan, seperti toleransi, gotong royong, keadilan, dan cinta tanah air.
Selain itu, forum akan diarahkan menjadi ruang diskusi konstruktif dalam menyikapi berbagai isu sosial dan kebangsaan secara kritis, namun tetap santun.
Misi berikutnya yakni mengembangkan program kerja nyata dan berkelanjutan agar keberadaan forum memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Yanto juga ingin memperluas jejaring serta sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kontribusi Forum Kebangsaan Kalteng dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Saya tidak menjanjikan semua akan berjalan sempurna, tetapi saya berjanji akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, terbuka terhadap masukan, dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Mubes Tomu Sibarani, mengatakan panitia mempersiapkan kegiatan dalam waktu relatif singkat setelah menerima SK Pembentukan Panitia dari Pembina Forum pada 25 Agustus 2026.
Mubes tersebut digelar untuk mengisi kepemimpinan Forum Kebangsaan Kalteng yang sempat vakum setelah koordinator sebelumnya meninggal dunia.
“Panitia bekerja dengan cepat, tepat, dan berkoordinasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga akademisi,” kata Tomu.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 105 ormas, paguyuban, dan kerukunan terdaftar memiliki hak suara resmi dalam Mubes tersebut.
Tomu mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan semangat gotong royong dari anggota dan untuk kepentingan anggota forum.
Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarormas sekaligus menjadikan Forum Kebangsaan Kalteng sebagai mitra kritis dan strategis bagi pemerintah daerah.
“Ke depan, kami berharap setiap keputusan dan perumusan kebijakan di dalam forum dapat dibina secara akademis, memiliki narasi teknokratis, serta berlandaskan pemikiran yang matang,” jelasnya.
Pembina Forum Kebangsaan Kalteng, Brigjen Pol (Purn) Andreas Wayan Wisaksono, mengatakan forum dibentuk untuk menjaga hubungan harmonis di tengah berkembangnya organisasi kemasyarakatan, paguyuban, dan kerukunan di Kalimantan Tengah.
Menurut Andreas, forum dapat menjadi ruang komunikasi dan koordinasi antarelemen masyarakat untuk meminimalkan potensi gesekan.
“Forum Kebangsaan ini terbentuk dari kesepakatan bersama akibat rasa ketakutan saya akan potensi gesekan antarormas di Kalteng. Kita punya catatan sejarah kelam terkait kerusuhan masa lalu yang merugikan semua pihak. Kita tidak ingin hal itu terulang kembali,” ujar Andreas saat membuka Mubes.
Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah. Andreas juga mendorong nilai-nilai filosofi Huma Betang dan kearifan lokal masyarakat Dayak menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif.
Terpilihnya Yanto Eko Saputra diharapkan dapat membawa Forum Kebangsaan Kalteng menjadi wadah pemersatu yang semakin solid dan berintegritas.
Kepemimpinan baru tersebut juga diharapkan memperkuat komunikasi serta kolaborasi antarormas, paguyuban, dan kerukunan dalam menjaga kondusivitas serta persatuan masyarakat di Bumi Tambun Bungai.(drt/KPO-3)















