Launching SDGs Harus Ditindaklanjuti Kerja Nyata

Banjarmasin, KP – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor membuka secara resmi Launching Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Provinsi Kalsel Tahun 2018-2021.

Lauching ini dtandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kalsel, didampingi Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Rudiyanto Arifin,

dan Kepala Bappeda Kalsel, H Nurul Fajar Desira, di Hotel GoldenTulip Galaxy, Senin (14/10).

Dalam arahannya gubernur mengungkapkan bangsa Indonesia memilki cita-cita luhur yang harus diwujudkan oleh generasi sekarang dan generasi akan datang.

“Apa yang kita selenggarakan hari ini, program-progam yang tertulis dalam RAD TPB/SDGs merupakan komitmen besar kita dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan semangat bergerak,” ujarnya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin mengingatkan, apa yang telah direncanakan dan diprogramkan SDGs tidak hanya dikerjakan di atas meja. Namun lebih dari itu harus ada tindak lanjut atau kerja nyata untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Apa yang sudah direncanakan atau diprogramkan, dapat ditindaklanjuti dengan kinerja yang nyata, sehingga dapat diaplikasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ingat gubernur.

Sementara, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, yang juga Ketua Panitia Penyelenggara, H Nurul Fajar Desira, mengatakan kegaiatan ini merupakan amanat Perpres No 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable development Goals (SDGs)

Permen PPP/Kepala Bappenas No 7 tahun 2018, dan Pergub No 29 Tahun 2019, Pemprov Kalsel berkewajiban untuk menyusunan RAD TPB/SDGs.

Berita Lainnya

Hari Ini, Jalan Lambung Mangkurat Ditutup

1 dari 1.020
Loading...

Sebagai pengarus-utamaan RPJMD dan menjadi pedoman SKPD untuk menyusun Renstra dan RKPD serta menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan (filantropi, badan usaha, media, dan akademisi), serta pemerintah kabupaten/kota

“Pemprov Kalsel berkewajiban untuk menyusun RAD TPB/SDGs sebagai pengarus-utamaan RPJMD dan menjadi pedoman SKPD untuk menyusun Renstra dan RKPD serta menjadi acuan pemangku kepentingan,” terang Fajar.

Ini juga menjadi pedoman pemerintah kabupaten/kota dalam perencanaan pembangunan. Karena memuat tujuan, indikator, target, program, dan kegiatan dengan memprioritaskan kerjasama lintas sektor untuk percepatan pencapaian target TPB/SDGs di Prov Kalsel.

Dijelaskan Fajar, TPB/SDGs memiliki 17 goals, 169 target, dan 241 indikator yang dilaksanakan secara inklusif, partisipatif, dan berpegang pada prinsip one lift behind untuk mengakhiri kemiskinan dan kelaparan.

Melawan ketimpangan, memastikan perlindungan terhadap alam dan sumber daya yang terkandung di dalamnya, serta menciptakan kondisi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih adil, damai, sejahtera.

Penyusunan dokumen RAD TPB/SDGs diberlakukan dengan tiga prinsip utama, yaitu pengentasan kemiskinan dan berkelanjutan semua negara.

Pembangunan berkelanjutan yang meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Serta pembangunan harus memberikan manfat bagi semua orang,” jelasnya.

Hadir dan menjadi Narasumber pada kegiatan ini, dari Kementerian PPN/Bappenas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaptov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Pemkab Tanah Bumbu, dan perwakilan dari badan usaha.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Banjarmasin, perwakilan Bupati/Walikota Se Kalsel, Kepala SKPD Prov Kalsel, Perwakilan Instansi Vertikal, dan Badan Usaha, serta para akademisi. (humpro/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya