PSK di Banjarmasin Makin Marak

BANJARMASIN, KP – Upaya Pemko Banjarmasin mewujudkan kota BAIMAN ternyata tak berjalan dengan mulus. Pasalnya kini penyakit masyarakat, terutama Pekerja Seks Komersial (PSK) masih berkeliaran dengan bebasnya.

Karena itulah Walikota H Ibnu Sina dan Wakilnya H Hermansyah harus berjuang lebih keras lagi. Terbukti pada Kamis dini hari (10/10), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin saat melakukan razia banyak ditemui PKS di jalananan.

Bahkan hasil giat, dijaring tujuh PSK yang berhasil diamankan petugas. Tak hanya PSK, waria dan anak jalanan juga terjaring pada operasi yang dilakukan pukul 02.00-03.00 WITA itu.

Wanita kupu kupu malam tersebut kepergok saat Satpol PP yang hanya menggunakan sepeda motor datang ketempat mangkalnya. Sesambil menunggu pelanggan, mereka satu persatu terjaring dengan lokasi yang berbeda.

Diantaranya Jalan Pangeran Samudera, Pasar Sudimampir, Kertak Baru Ulu, Jenderal Sudirman dan Harum Manis.

“Tujuh PSK yang ditertibkan ini yang masih sering bermunculan dijalan setelah kita pantau,’’ ucap Danton I Satpol PP Kota Banjarmasin, Rizkan.

Ia menerangkan PSK yang bermunculan dalam operasi ini tak ada yang membawa senjata tajam. Namun mereka turut menggunakan modus baru untuk bekerja. Sesekali juga tipu muslihatnya digunakan untuk mengelabui petugas Satpol PP.

Berita Lainnya
1 dari 1.783
Loading...

Indikasinya mereka kerap menaiki sepeda motor selayaknya tukang ojek menunggu pelanggan. Kendaraan roda dua bisa dialih fungsi, tergantung kondisi yang dihadapi PSK.

Dari modus inilah terdapat ada yang melarikan diri dari kejaran petugas.

“Ada yang lepas satu PSK tadi, mungkin dia yang memberitahu teman temannya bahwa ada razia Satpol PP sehingga bocor,’’ tegasnya.

Menurutnya, PSK yang terjaring tidak hanya diisi oleh pemain lama atau sering mengulangi kesalahan yang sama sehingga terjaring oleh petugas.

Tetapi dipastikan upaya perlakuan untuk dua kategori tersebut jelas berbeda. Pada pemain lama, Satpol PP bersikap lebih tegas dari biasanya serta mengancam akan mengirim kedaerah Banjarbaru.

Artinya mereka tak lagi dibina oleh rumah dinas milik Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin jalan Gubernur Subarjo.

“Kita akan proses untuk pemain lama diserahkan ke Dinsos Kalsel agar ada efek jeranya,’’ ungkapnya. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya