BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mematangkan rencana penataan ulang Pasar Ujung Murung setelah sebelumnya meninjau langsung kondisi pasar yang dinilai sudah memprihatinkan.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, pun menggelar dialog bersama paguyuban pedagang dan tokoh pasar di ruang rapat wali kota, Kamis (16/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan pandangan antara pemerintah dan para pedagang, sekaligus menyerap aspirasi langsung dari lapangan. Fokusnya jelas, mencari formula terbaik untuk menghidupkan kembali salah satu pasar legendaris di Kota Banjarmasin.
Dalam forum itu, Yamin menegaskan bahwa proses revitalisasi tidak boleh membebani pedagang. Ia memastikan, jika ada keterlibatan investor atau pihak ketiga, skema yang digunakan tetap berpihak kepada pedagang sebagai pelaku utama aktivitas ekonomi di pasar.
Menurutnya, penataan ulang Pasar Ujung Murung tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga harus membawa nilai tambah. Salah satu konsep yang mulai digagas adalah mengarah pada “market tourism” agar pasar memiliki daya tarik lebih bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ia mencontohkan kemungkinan menghadirkan ruang kuliner atau foodcourt di bagian atas bangunan yang menghadap ke sungai. Konsep tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai jual pasar sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pedagang.
“Yang kita kejar bukan sekadar bangunan baru, tapi bagaimana pasar ini punya nilai lebih dan bisa menghidupi pedagang, kita ingin semua maju tanpa ada yang dirugikan,” ujarnya dalam diskusi tersebut.
Untuk merealisasikan rencana itu, Pemkot Banjarmasin akan menyiapkan berbagai tahapan, mulai dari kajian teknis, penyusunan master plan, hingga mekanisme administratif. Termasuk di dalamnya rencana relokasi sementara pedagang selama proses pembangunan berlangsung.
Langkah ini dianggap penting agar aktivitas jual beli tetap berjalan dan tidak terhenti selama proses revitalisasi. Pemerintah ingin memastikan roda ekonomi pedagang tetap berputar meski pasar tengah dibenahi.
Yamin juga menegaskan bahwa tujuan akhir dari penataan ini adalah menghadirkan pasar yang lebih nyaman, bersih, dan kembali menjadi ikon perdagangan di tengah kota. Ia berharap kesepakatan bersama bisa menjadi dasar kuat untuk merealisasikan rencana tersebut.
Di sisi lain, perwakilan pedagang melalui Ketua Paguyuban Pasar Ujung Murung, Bahrin, mengungkapkan kondisi pasar yang saat ini memang sudah tidak layak. Ia menyebut bangunan pasar yang telah berusia puluhan tahun kini mengalami banyak kerusakan.
Mulai dari instalasi listrik yang tidak tertata, atap yang bocor, hingga kondisi pasar yang kerap tergenang saat air pasang. Situasi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas pedagang maupun kenyamanan pembeli.
Tak hanya itu, persoalan lahan parkir juga menjadi sorotan utama. Ketiadaan area parkir yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pasar kurang diminati, meskipun lokasinya berada di kawasan strategis.
Meski demikian, para pedagang menyambut positif langkah pemerintah yang membuka ruang dialog. Mereka menyatakan siap mendukung proses penataan selama dilakukan secara terbuka dan memperhatikan kepentingan pedagang.
Ke depan, penataan Pasar Ujung Murung diharapkan tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi juga menjadi awal pembenahan kawasan pasar lainnya di Banjarmasin. Dengan kolaborasi yang terbangun, pemerintah optimistis pasar tradisional bisa kembali bangkit dan menjadi pusat ekonomi yang lebih modern tanpa kehilangan identitasnya. (nug/KPO-4).















