Dewan Apresiasi Pemasangan Tapping Box

Banjarmasin, KP – Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin dalam upaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) khususnya sektor penerimaan dari pajak parkir dengan mamasang tapping box .

Kita berikan apresiasi terpasangnya alat merekam data dan transaksi itu, karena ini merupakan satu langkah maju untuk penggunaan Informasi Teknologi (IT) dalam pemantauan dan maksimalisasi PAD khususnya dari penerimaan pajak parkir, kata HM Faisal Hariyadi kepada {KP}, Senin (11/11) kemarin.

Meski demikian Faisal Hariyadi juga mengemukakan harapannya, kedepan pemasangan alat tapiing box ini bisa lebih banyak dan di semua sektor usaha yang ada, seperti hotel, restoran dan tempat hiburan .

Sebagaimana diberitakan, guna mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran PAD di sektor retribusi parkir, Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan telah melakukan pemasangan tapping box di Duta Mall (DM) dan RSUD Ulin Banjarmasin.

Dikemukakan Faisal Hariyadi, penerimaan retribusi dan pajak parkir merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar PAD di kota ini. Meski demikian tandasnya, hasil diperoleh diyakini belum sesuai dengan potensi yang ada dilapangan.

Sementarara, Kadishub Banjarmasin Drs H Ichwan Noor Khaliq mengatakan, sebelum pemasangan tapping box di Duta Mall , memang ada kenaikan yang cukup signifikan dari semula hanya berkisar antara 250 hingga 300 juta juta per bulan, dalam bulan terakhir ini penerimaan diperoleh meningkat menjadi Rp 300-500 juta per bulan.

Berita Lainnya
1 dari 1.747
Loading...

Ichwan Noor Khalik mengatakan, PAD dari penerimaan pajak parkir yang selama ini diragukan oleh sejumlah kalangan lantaran diduga tidak sesuai dengan potensi di lapangan. Menurutnya, dengan adanya alat pencatat yang dipasang ini, maka semua transaksi pembayaran parkir dapat dipantau secara akurat,“ ujarnya.

Ia mengemukakan, ,dengan dipasangnya peralatan tersebut seluruh pendapatan parkir di Duta Mall dan RSUD Ulin dapat diketahui secara akurat berapa sesungguhnya penerimaan parkir yang diperoleh setiap harinya.

Jelasnya dengan alat ini semuanya jadi transpran dan sangat tipis kemungkinan mengelabui yang dapat merugikan Pemko Banjarmasin dalam penerimaan PAD yanag mestinya diterima dari hasil riil penerimaan parkir di dua lokasi itu, kata Ichwan Noor Khalik.

Menurut dari data diperoleh dengan dipasangnya alat tiping box tersebut, khusus parkir Duta Mall dari tanggal 1 hingga 6 Nopember 2019 sekitar Rp 92 juta pajak yang harus disetorkan oleh pengelola parkir di pusat perbelanjaan terbesar di Kalsel itu kepada Pemko Banjarmasin.

“Sementara untuk pajak parkir di RSUD Ulin Banjarmasin sekitar Rp 17 juta,’’ ujarnya, seraya menambahkan pada bulan Oktober lalu pengelola parkir di RSUD Ulin menyetorkan pajak sekitar Rp 60 juta.

Sebelumnya, DPRD Kota Banjarmasin melalui komisi II sempat beberapa kali mempertanyakan potensi pajak parkir, khusus di Duta Mall yang masuk ke kas Pemko Banjarmasin. Pasalnya, karena salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) itu diyakini tidak sesuai dengan penerimaan sesungguhnya. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya