Kadisdik Barut Buka Pelatihan dan Pengembangan SKB

PASANG TANDA PESERTA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barut Syahmiludin Surapati saat menyematkan tanda peserta, pada pembukaan pelatihan dan pengembangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 2019, Selasa (5/11) di halaman SKB setempat.(KP/Asari)

Muara Teweh, KP – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara Syahmiludin Surapati membuka kegiatan pelatihan dan pengembangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) tahun 2019, Selasa (5/11) di halaman SKB setempat.

Kegiatan pelatihan tersebut ditandai dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan alat perlengkapan menjahit kepada peserta.

“Pelatihan dan pengembangan yang dilaksanakan oleh SKB ini sejalan dengan rencana strategis (Renstra) pendidikan nasional, dimana visi yang akan dicapai adalah menciptakan insan Indonesia cerdas, komprehensif dan kompetitif,” kata Syahmiludin saat membacakan sambutan bupati.

Dijelaskannya, visi ini lebih menekankan pada paradigma pembangunan manusia seutuhnya yang meletakkan manusia sebagai potensi yang bisa dikembangkan mencakup tiga aspek yaitu aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Oleh karena itu, negara harus memberi kesempatan pendidikan yang sama kepada semua warga negara tanpa terkecuali. Warga negara yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal boleh mengikuti pendidikan non formal.

Dimana pelaksanaan pendidikan non formal dapat diselenggarakan oleh satuan pendidikan non formal yaitu sanggar kegiatan belajar (SKB) dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Sementara itu, Kepala SKB Barito Utara Subagyo menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari yaitu dari tanggal 4 sampai dengan tanggal 8 November 2019 dan kegiatan keterampilan menjahit dan SKB rujukan selama tiga bulan sejak kegiatan dibuka.

Adapun peserta pelatihan menjahit pakaian berjumlah 20 orang berasal dari warga belajar paket C SKB dan warga masyarakat sekitar Kelurahan Lanjas, Melayu, Jingah, Jambu, Desa Lemo I, Lemo II dan Desa Hajak. Sedangkan peserta Budidaya dan produksi jamur dan pengembangan SKB rujukan berjumlah 30 orang berasal dari WB Paket C sebanyak 15 orang, Pamong Belajar SKB 5 orang dan 10 kepala desa.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan, bisa meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika sebagai seorang tenaga pendidik demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

Warga masyarakat yang memiliki keterampilan dapat mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari kearah usaha mata pencarian dan dapat memiliki motivasi dan mampu untuk melaksanakan serta dapat menerapkannya kedalam usaha mandiri dibidang menjahit pakaian dan produksi jamur.

“Dapat mencari jalan keluar dari segala permasalahan yang dihadapi dan dapat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat disekitarnya,” pungkasnya. (asa/K-8)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...