Penjual Pentol ‘Rayu’ Istri Libatkan Curanmor

TERTUNDUK - Desi dan suaminya termasuk tersangka Curanmor lainnya menunduk saat dihadirkan pada gelar perkara oleh Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi. (KP/Yuli)

BANJARMASIN, KP – Desi Eka Pristiwati berupaya menyembunyikan wajahnya dari kamera para awak media dengan rambutnya yang terurai, ketika berada di ruang Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin.

Ibu tiga anak ini terlihat malu dan menyesal atas perbuatan untuk mengikuti intruksi sang suami, Zulfikar Maghrib untuk melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor).

“Aku mau karena dijanjikan untuk kasih modal untuk usaha,” ucap Desi sambil menundukkan kepala.

Sementara itu Zulfikar Maghrib atau biasa dipanggil Ijul nekat melakukan hal ini karena keuntungan dari penjual pentol hanya sebesar Rp50 ribu sehari.

“Aku berpura-pura meminjam sepeda motor kerabat atau teman,” jelas Ijul.

Setelah berhasil meminjam sepeda motor, ia bersama sang istri langsung membuat kunci duplikat.

Selang bebeberapa hari, baru keduanya menjalankan aksinya untuk mencuri.

“Aku melakukannya bersama istri dan dijual kembali dengan harga Rp2 juta,” katanya.

PARA TERSANGKA – Para tersangka Curanmor saat dihadirkan bersama barang bukti sepeda motor curian. (KP/Yuli)

Pasangan suami istri (Pasutri) tersebut menjadi dua pelaku dari lima pelaku yang dihadirkan Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin saat gelar perkara kasus curanmor di wilayah hukum Banjarmasin, Senin (22/11) sekitar pukul 15.00 WITA.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi mengatakan, selain mengamankan kelima pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti lima unit sepeda motor berbagai jenis.

Menurut dia, dari semua pelaku salah satunya merupakan penadah.

“Lima pelaku merupakan hasil giat Polsekta Banjarmasin Barat dan Polsekta Banjarmasin Tengah dari 3 kasus Curanmor di wilayah hukum Banjarmasin,” jelasnya kepada awak media.

Selain pasutri itu, adapun pelaku lain yang berhasil diamankan adalah Fahroni, Muhammad Ansyari, sementara penadah adalah Surya.

Ade mengungkapkan modus yang dilakukan para pelaku dengan menggunakankan Kunci dan memanfaatkan kelengahan korban dengan tidak mengunci stang sepeda motor.

Terkait aksi kelima pelaku ini dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian Kendaraan Bermotor dengan ancaman pidana 7 tahun.

“Sedangkan untuk penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan pidana paling lama 4 tahun penjara,” jelas Kasat.

Dibeberkannya, aksi curanmor yang dilakukan Fahroni (29), di kawasan Jalan Kelayan A Gang Cenderawasih Banjarmasin Selatan. Namun, berhasil ditangkap, 18 November 2019 lalu di kawasan Belitung.

Residivis kasus jambret ini berakshi menggunakan kunci leter T untuk merusak kunci motor milik M Irianto.

Sementara kasus yang melibatkan pasutri Zulfikar Maghribi dan Desi Eka Pristiwati menggunakan modus meminjam motor korban yang masih merupakan kenalan atau kerabat dengan alasan ada keperluan.

Mendapatkan kepercayaan dari sang pemilik, pasangan suami isteri langsung menduplikat kunci motor.

Berdasarkan pemeriksaan pasutri ini sudah melakukan tiga aksi Curanmor yakni satu LP ada di Polsek Banjarmasin Barat dan dua LP ada di Polresta Banjarmasin

“Dari keterangan keduanya, bahwa sepeda motor hasil curiqn di jual kepada penadah bernama Surya dengan harga Rp2 juta,” ucap Ade.

Sedangkan Polsek Banjarmasin Tengah berhasil mengungkap satu kasus curanmor yang terjadi di kawasan Jalan Mulawarman depan SMK Negeri 1 Banjarmasin.

Pelaku yang bernama Muhammad Ansyari berhasil menggasak sepeda motor N-Max milik Sony Nata terparkir dengan kondisi tidak terkunci stang. (yul/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...