PUPR akan Pasang Trash Boom

BANJARMASIN, KP – Menyusul semakin banyaknya eceng gondok yang memasuki kawasan Sungai Martapura wilayah Kota Banjarmasin, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas PUPR berencana memasang trash boom di beberapa titik jalur masuknya berbagai macam sampah kiriman itu.

Guna mewujudkan rencana itu Pemko bahkan sudah memasukkan anggaran tersebut dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020, untuk pengadaan trash boom yang diharapkan bisa menghalau sampah kiriman.

Fungsi dari trash boom adalah menghalau sampah kiriman seperti eceng gondong atau kayu yang datang dari hulu ketika musim hujan. Trash boom ini nantinya berbahan fiber atau gabus apung.

Salah satunya recananya Pemko Banjarmasin akan memasang trash boom di perairan Sungai Martapura kawasan Sungai Pengambangan Banua Anyar, Banjarmasin Timur. Namun pengadaan alat penghalau sampah sungai itu sedikit mengalami kendala karena terganjal bangunan warga.

Jika harus tetap memasang di daerah tersebut, jelas saja akan sedikit berat dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, kata Kabid Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Ir H Hizbul Wathony, kepada awak media, Senin (25/11).

Pasalnya, Pemko harus membebaskan bangunan warga yang menghadap ke Sungai Pengambangan itu. Mengingat surat keputusan SK Walikota Banjarmasin Sungai Pengambangan harusnya bejarak 22 meter. Nyatanya sekarang sungai tersebut lebarnya hanya 2-3 meter, karena disepanjang bantaran yang panjangnya 1,3 kilometer itu berjejer rumah.

Berita Lainnya
1 dari 3.344

“Idealnya harus dibebaskan dulu. Sungai harus bersih dari bangunan. Karena jika kita menaruh trash boom di Banua Anyar dengan kondisi seperti ini, jelas pengemudi akan sulit karena kapal tidak akan bisa lewat,’’ terang Hizbul Wathony lagi.

Bahkan, menurut Thony, ada beberapa jembatan yang juga harus direnovasi di daerah Sungai Pengambangan itu. Agar transportasi yang melintasi sungai tersebut tidak mengalami kendala saat air sedang pasang.

Thony mengakui, keputusan untuk menutup Sungai Martapura dengan transh boom terbilang ekstrim. Karena, selain mengganggu jalur transportasi, pemandangan sungai juga akan ikut terganggu.

“Terus terang kami sudah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) Siring Sungai Pengambangan, namun yang harus membebaskan bangunan itu wewenang Disperkim,’’ katanya.

Namun jika Pemko Banjarmasin mempunyai trash boom, menurut Thony, selain bisa menghalau sampah yang akan masuk dari hulu ke Sungai Martapura, Pemko juga akan bisa lebih hemat anggaran.

“Sehingga persoalan sampah eceng gondok yang kian meresahkan setiap datang musim hujan bisa teratasi. Meskipun untuk batang pohon yang besar masih belum tertangani,’’ katanya lagi.

Karena saat ini, satu unit kapal sapu-sapu masih belum bisa bekerja dengan maksimal untuk mengurangi sampah kiriman. Mengingat, jika sudah mulai musimnya, sampah kiriman dari hulu skalanya sangat besar, sehingga tidak bisa teratasi semuanya, demikian Hizbul Wathony. (vin/K-5)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya