Serangkaian Ujicoba ‘Arduino Uno’

Banjarmasin, KP – Pernah terbayang dalam benak manusia terutama para petani untuk mengontrol pasokan perairan dari rumah saja? Jika pernah terbayang, maka hal tersebut memang bukanlah perkara mustahil, sebab ilmu pengetahuan membuktikan semua mungkin untuk dibuat.

Adalah Dosen Universitas Sari Mulia (UNISM) Banjarmasin, Mambang S.Kom, M. Kom melalui penelitian yang ia lakukan menemukan teknologi pengatur pasokan air otomatis untuk lahan pertanian melalui micro controller yang diberi nama Arduino Uno.

Micro controller tersebut terkoneksi dengan jaringan pipa untuk mengambil air dari saluran dan kemudian menyalurkan ke lahan pertanian.

“Penelitian ini juga dibantu oleh anggota tim peneliti Subhan Panji Cipta, M.Kom,” ujar Mambang, belum lama tadi.

Alat ini harus nyambung ke jaringan listrik, sebab semua kontrol menggunakan pasokan listrik. Microcontroller tersebut juga terkoneksi dengan sistem android.

Saat melakukan ujicoba Mambang mengoneksikannya melalui bluetooth. “Yang saya pasang di microcontroller bluetooth maka koneksi ke handphone juga melalui bluetooth, bisa juga pakai wifi, maka yang dipasang di microcontroller adalah wifi,” bebernya.

Rancangan utama microcontroller tersebut terdiri dari internet of things (otomatisasi), artificial Intellegence (kecerdasan buatan), dan big data (data besar).

Berita Lainnya
1 dari 1.038

Untuk mengatur pasokan air secara otomatis pada tanah lahan pertanian di pasang sensor kelembaban suhu.

Sensor tersebut yang mengatur otomatis pasokan air. Jika kering air akan masuk otomatis, jika basah pasokan air berhenti otomatis.

“Air bisa diambil darimanapun. Dari saluran irigasi atau tandon tidak masalag,” urainya.

Ia menyebut microcontroller tersebut selain dilengkapi sensor kelembaban tanah, juga mempunyai sensor ketinggian air dan sensor deteksi suhu.

“Setiap sensor yang dihasilkan akan masuke ke sistem database, karena ini sifatnya logika maka yang dimasukan adalah angka.

Dari angka-angka ketinggian air dan deteksi suhu bisa dijadikan prediksi untuk pertanian jangka panjang. Disitulah ilmu pengetahuan hadir, mampu memprediksi,” ujarnya.

Alat ini jika dipasang untuk lahan pertanian maka harus menarug server, lalu disetup ke handphone agar servernya sama.

Pilihan control jarak jauhnya bisa otomatis bisa manual. “Serangkaian ujicoba sudah dilakukan dan berhasil,” ungkapnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya