Study Komperatif Pemko Banjarmasin di SMA SPI, di Kota Batu Jatim

Banjarmasin, KP – Sekolahnya gratis, siswanya dari seluruh Nusantara, termasuk dari Kalsel. SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur sontak menjadi populer setelah media nasional mengangkatnya menjadi hot topik dalam pemberitaaan.

Tak hanya lantaran misi kemanusian dimana para siswanya tidak dipungut biaya saat bersekolah di sana, tetapi juga dikarena segudang pretasinya.

Halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Pandanrejo No 1 Bumiaji, Kota Batu ini, Rabu (30/10) pagi, terlihat dipenuhi para siswa dan dewan gurunya.

Keberadaan mereka di tempat tersebut untuk menunggu kedatangan tamu istimewa, yang akan melakukan study komperatif.

Tamu itu adalah Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah dan jajaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Saat mobil yang ditumpangi orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai tiba di depan gerbang sekolah, Kepala SMA Selamat Pagi Indonesia, Risna Amalia Ulfa, beserta beberapa alumni sekolah dan para guru serta siswanya langsung menyambutnya.

Usai acara penyambutan sederhana dilakukan, rombongan kemudian diajak menuju kesebuah bus mini yang akan membawa seluruh rombongan menuju gedung sekolah SPI, yang berjarak cukup jauh dari gerbangnya.

Tak banyak kata yang keluar dari mulut H Ibnu Sina saat melihat pemandangan lingkungan sekolah yang terlihat rapi dan teratur.

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Ia sepertinya kagum dan sesekali menganggukan kepalanya, saat Risna Amalia Ulfa menjelaskan berbagai hal yang mereka jumpai dalam perjalan menuju gedung sekolah.

Sesampainya di depan gedung sekolah yang dituju, H Ibnu Sina dan rombongan dipersilakan beristirahat sejenak, sambil menikmati hidangan kuliner hasil olahan para siswa dan siswi sekolah tersebut.

Sekolah SPI, didirikan pada 1 Juni 2007. Pendirian sekolah tersebut digagas oleh top leader High Dessert, sebuah perusahaan pemasaran berskala lokal, Julianto Eka Putra.

Bernaung di bawah Yayasan SPI, sekolah tersebut akhirnya terbentuk. Misi dari sekolah yang mengratiskan seluruh biaya bagi para siswanya itu adalah mengembangkan potensi anak bangsa, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab dengan skill yang mumpuni.

Selain diajarkan tentang berbagai macam pelajaran teoritis, para siswanya juga diajarkan cara bercocok tanam dan mengelola peternakan yang ada di sekolah tersebut.

Nah, dari sekian banyak siswa yang bersekolah di sana, satu diantaranya adalah Ika. Dara cantik berusia 16 tahun asal Kabupaten Balangan, Provinsi Kalsel ini, sudah 1,5 tahun bersekolah di SPI.

Dan kepada H Ibnu Sina, ia menyatakan akan kembali ke Banua setelah menyelesaikan studinya di SPI. “Ternyata ada siswa dari Kalimantan Selatan tepatnya dari Kabupaten Balangan, Namanya Ika dan sudah satu setengah tahun di sini, rencananya sampai 3 tahun ia di sini,

Lalu apa cita-cita Ika. Masih menurut H Ibnu Sina, pelajar kelas XI itu memiliki cita-cita yang cukup mulia yakni menjadi pengusaha kuliner khususnya pembuat kue. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya