Wabup Saidi Hadiri Haul Guru Syukur

HADIRI HAUL - Wakil Bupati Saidi Mansyur saat menghadiri Haul Guru Syukur.
438

Martapura, KP – Sembari syair demi syair Dalailatul Khairat dilantunkan sejak pukul 09.00 WITA dipimpin Guru Tarhip, putra tertua Almarhum KH Abdus Syukur, jamaah haul ke-13 Guru Syukur, begitu KH Abdus Syukur akrab disapa, terus berdatangan.

Jamaah haul yang didominasi santri Pondok Pesantren Darussalam dan alumnusnya, memenuhi sekitaran kediaman almarhum Guru Syukur, di Kompleks Institut Agama Islam Darussalam Jalan Perwira Tanjung Rema Martapura, pekan kemarin.

Diantara jamaah, sejumlah Habaib, tokoh agama dan ulama serta warga juga terlihat hadir di halaman kediaman Guru Syukur semasa hidup. Hadir pula pada peringatan haul pimpinan Ponpes Darussalam ke-8 ini Wakil Bupati Saidi Mansyur.

Rampung pembacaan Dalailatul Khairat, prosesi peringatan haul berlanjut dengan pembacaan syair Maulid Habsy yang diringi tabuhan rebana.

KH Abdussyukur dilahirkan pada malam Jumat tanggal 11 Sya’ban 1346 H, bertepatan dengan 8 Agustus 1928 di desa Melayu Tengah Martapura. Karena kealimannya, sifat zuhud beliau biasa dipanggil ayah oleh masyarakat pada umumnya. Beliau hidupnya sangat sederhana dan menghabiskan waktu mengajar di Ponpes Darussalam. Guru-guru di Darussalam pun belajar dengan beliau di kediaman Jalan Komplek Darussalam.

KH Abdus Syukur adalah Pimpinan Pondok Pesantren periode ke delapan, mulai 1950 mengajar di ponpes tersebut dan ditunjuk oleh KH Salim Ma’ruf (sewaktu sakit) untuk menjabat sementara bersama KH Muhdar sebagai Wakil.

Beliau dipercaya menjadi Ketua MUI Banjar hingga 2007 dan menjadi Pimpinan Umum PP Darussalam.

Diantaranya guru-guru beliau adalah KH Sya’rani Arif, KH Salim Ma’ruf, KH Husin Qodri, KH Semman Mulia, KH Salman Jalil, KH Arfan (Dalam Pagar), KH Anang Jurzani, KH M Ramli Ahmad KH Marzuki, Syech Yasin Al Fadany, Syech Ismail Al-Yamani.

Wakil Bupati Saidi Mansyur mengatakan, sosok KH Abdus Syukur di masa hidupnya sangat sederhana dan alim. Beliau mencontohkan hidup sederhana kepada muridnya-muridnya.

”Beliau zuhud dunia. Beliau contoh nyata bagaimana hidup sederhana bagi santri Pondok Pesantren Darussalam,” ujarnya.

KH Abdussyukur wafat pada Sabtu, 5 Robi’ul Awwal 1428 H bertepatan tanggal 24 Maret 2007 jam 12.20 WITA dan dimakamkan disamping guru beliau KH Sya’rani Arif di kubah Kampung Melayu Tengah Martapura.

Rangkaian haul juga diisi pembacaan Maulid, Surah Yasin serta Tahlil. Sedang tausiah agama disampaikan Al Habib Segaf bin Hasan Baharun. (wan/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...