Banjar Studi Pengelolaan Pasar Tradisional ke Surakarta

Martapura, KP – Pengelolaan pasar menjadi bagian penting dari komitmen kepala daerah, DPRD, UPTD dan pedagang sebagai pelaku usaha. Guna meningkatkan kualitas dan pengelolaan pasar, Pemkab Banjar melakukan kunjungan kerja ke Kota Surakarta terkait tata kelola dan pengembangan pasar tradisional.

Rombongan dipimpin Bupati KH Khalilurrahman didampingi Ketua TP PKK Hj Raudhatul Wardiyah, Dewan Pengawas PD Pasar Bauntung Batuah yang juga Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Dr Ir HM Farid Sofian MS, Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah, Kadis Perindustrian dan Perdagangan I Gusti Made Suryawati.

Mereka disambut Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo dan Kadis Perdagangan setempat Heru Sunardi bersama jajarannya, di Balai Kota Surakarta, Jum’at (27/12).

Bupati Khalilurrahman mengaku sangat terkesan dengan program dan kebijakan yang diterapkan Pemko Surakarta, terutama dalam pengelolaan pasar tradisional. Dia juga menuturkan harapannya terkait kunjungan kerja ini, sehingga diperoleh informasi yang aplikatif bagi Pemkab Banjar.

“Kita menggali banyak informasi tentang pengelolaan pasar, seperti E-Retribusi yang harapannya dapat kita terapkan di daerah kami,’’ tandasnya.

Wawali Surakarta Achmad Purnomo juga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa saling berbagi informasi dan bersilaturrahmi dengan Pemkab Banjar. Dia pun berharap kunjungan ini ada kelanjutannya, saling berbagi informasi dan pengetahuan, semoga kedepannya kerja sama Banjar dan Surakarta terjalin baik,’’ tuturnya.

Dijelaskannya, pasar selain sebagai jantung perekonomian masyarakat, juga potensial menjadi sumber PAD. Oleh sebab itu, pihak terkait perlu mempelajari bagaimana penataan pasar, karena meskipun berpeluang sebagai andalan dalam PAD, pasar juga menyimpan potensi masalah jika tidak dikelola dengan benar.

Berita Lainnya

Samakan Persepsi, Para Sekda Ikuti Rakernas

1 dari 1.188
Loading...

Kadis Perdagangan Surakarta Heru Sunardi dalam paparannya menjelaskan tentang pengelolaan pasar tradisional di Surakarta. Selama ini image kondisi pasar tradisional kotor, pengap, penataan sembarang, bahkan sarana transportasi menuju lokasi terkadang sangat terbatas.

“Kemudian pasar modern mulai bermunculan, konsumen mulai beralih, dan saat itu baru tersadar pasar tradisional semakin tertinggal. Namun akhirnya mulai dikelola baik ketika Presiden Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo,’’ ungkapnya.

Sejak tahun 2005 pasar tradisional mulai dikelola terstruktur dan optimal, dimana munculnya pasar modern menuntut kita untuk berperan lebih aktif lagi agar pasar rakyat atau pasar tradisional tidak ditinggalkan konsumen.

“Ada beberapa inovasi yang kami buat, diantaranya revitalisasi pasar, kemudian penataan PKL, dan terakhir E-Retribusi. Dulu retribusi dibayar langsung ke petugas, sekarang sudah menggunakan pelayanan elektronik menggunakan kartu,’’ jelasnya.

Kartunya ditempel untuk scanning, dan pedagang tinggal membayar sesuai peraturan berlaku melalui aplikasi tersebut. E-Retribusi ini berlaku sejak 2017 dengan target 44 pasar di Surakarta menerapkannya.

“E-Retribusi telah terjalin kerjasama dengan bank, sehingga langsung masuk ke rekening dan transfer ke kas daerah. Manfaatnya yaitu transparansi pengelolaan dan menjaga kepercayaan masyarakat,” paparnya.

Bupati Khalilurrahman serta rombongan juga melihat langsung kondisi Pasar Klewer saat ini, dengan fasilitas seperti lift dan eksalator, membuat pasar tradisional di Surakarta sama seperti pasar-pasar modern yang memberi kenyamanan pengunjung. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya