Dewan Minta Bantuan Insentif Guru Mengaji Ditingkatkan

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin diharapkan meningkatkan bantuan insentif kepada guru mengaji untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dalam memberikan pelajaran membaca Al-Qur’an.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Suyato, SE MM mengatakan, meski Pemko Banjarmasin sudah mengalokasi anggaran untuk memberikan bantuan kepada guru menganji, namun nilainya tidak seberapa.

Kepada KP, Kamis (19/12), ia mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir anggaran disiapkan Pemko Banjarmasin hanya sebesar Rp8 miliar dan setiap guru mengaji yang jumlahnya sekitar 1500 orang menerima bantuan sebesar Rp300 ribu perbulannya.

“Bantuan ini dirasakan sangat kecil dibanding jasa mereka yang memberikan pelajaran kepada anak-anak kita hingga bisa dan pandai membaca Al-Qur’an,’’ ujarnya.

Ia menjelaskan, payung hukum terkait bantuan insentif untuk guru mengaji sudah ditetapkan dalam Perda Kota Banjarmasin. Dalam Perda ini, lanjutnya, selain guru mengaji juga diberikan bantuan insentif kepada anak yatim serta orang jompo atau lanjut usia (lansia) yang terlantar.

Sebelumnya Suyato memaparkan, Perda yang diterbitkan atas inisiatif dewan itu adalah sebagai bentuk kepedulian untuk memperjuangkan kesejahteraan para guru mengaji.

Berita Lainnya
1 dari 1.767
Loading...

“Terutama, terhadap guru yang memberikan pelajaran mengaji membaca Al-Qur’an di kampung-kampung atau guru mengaji tradisional,’’ ujar Suyato yang akrab disapa Awie ini.

Ketua komisi dari F-PDIP ini juga mengemukakan, terkait upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru mengaji ini Komisi I DPRD Kota Banjarmasin ini telah melakukan kunjungan kerja ke Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, belum lama ini.

Menurutnya, di Kota Pasuruan meski tidak jauh beda dengan Kota Banjarmasin yang juga mayoritas penduduknya muslim dan dikenal sangat agamis, namun lebih konsen dalam meningkatkan kesejahteraan guru agama, termasuk guru ngaji dan imam masjid.

“Di Kota Pasuruan melalui Peraturan Bupati, guru mengaji yang memberikan pelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an serta imam masjid diberikan gaji setiap bulannya dari pemerintah daerahnya,’’ tutur Awi.

Lebih jauh ia mengemukakan, bahwa sesuai amanat pemerintah pusat melalui Kementerian Agama, kepedulian meningkatkan bantuan insentif kesejahteraan guru mengaji ini juga sangatlah dituntut kepada pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Awie menandaskan, keberadaan guru mengaji sangatlah berperan dalam mewujudkan generasi penerus bangsa ini yang diharapkan tidak hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga nilai-nilai keimanan yang kuat melalui pembelajaran ilmu agama Islam serta pandai membaca Al’Qur’an. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya