Dua Terdakwa Korupsi Pasar Tegalrejo Masuki Persidangan

Kajari Kotabaru Haryako Ari Prabowo SH. (KP/Andi)
227

Kotabaru, KP – Sukirno, kontraktor dan Dedi Sunardi, pengawas yang dijadikan terdakwa pembangunan Pasar Desa Tegalrejo, kecamatan Kelumpang Hilir.

Keduanya diduga melakukan pembangunan menyalahi spesifikasi kontrak, akibatkan pasar tidak dapat difungsikan samasekali, sehingga negara mengalami kerugian Rp2 miliar lebih.

“Saat ini keduanya sebagai terdakwa telah memasuki persidangan di pengadilan negeri kabupaten Kotabaru, masa persidangan hadirkan saksi ahli,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo, SH, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (11/12).

Disampaikannya, kedua terdakwa ini sebenarnya memiliki kasus sebelum ini dan keduanya sudah mendekam di lembaga permasyarakatan. Sukirno, dengan kasus pembangunan pasar di Puruk Cahul Kalimantan Tengah, sedang Dedi Sunardi, pembangunan IPLT dinas cipta karya Kotabaru 2017 lalu. Jadi keduanya ini sudah status terpidana.

Sedangkan untuk kasus pembangunan pasar di desa Tegalrejo, tujuan pemerintah tidak terpenuhi untuk menciptakan kelancaran roda perekonomian masyarakat. Karena, pasar tersebut samasekali tidak dapat difungsikan. Sehingga negara mengalami kerugian total sebesar kontrak.

Ditanya tentang keterlibatan kepala dinas Pasar Kabupaten Kotabaru, Kajari menjawab, dalam dakwaan kejaksaan, dikatakan bersama-sama.

“Kita lihat saja nanti proses jalannya persidangan, apakah dinyatakan cukup bukti atau tidak, semoga semuanya berjalan lancar dengan baik dan cepat terselesaikan”, ujarnya.

Selain kasus pasar Tegalrejo, kecamatan Kelumpang hilir, Kajari menyampaikan, pihaknya juga berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp1 miliar lebih.

“Ada tiga pembayaran uang pengganti, yakni, dari Muhammad Rifaldo sebanyak Rp862 juta atas kasus IPLT. Dedi Sunardi Rp127 juta lebih. Muhlis, Rp187 juta. Ditambah dengan denda tindak pidana korupsi bulan Januari hingga November 2019, atas dua orang. Yakni 1, Muhammad Rifaldo sebanyak Rp50 juta, dan Dedi Sunardi juga sebanyak Rp50 juta. Jadi total uang negara terselamatkan sebanyak Rp1,2 miliar,” tandasnya.

Ditegaskan Haryoko Ari, sikapnya dalam menindak kasus pidana khusus, tidak ada Grey area. “Black is black, white is white,” tegasnya. (and/K-4)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...