Hari ini, babak final Festival Bultang Paman Birin Cup 2019

Semifinal ganda campuran, Kamis petang. (Kp/nafarin fauzy)
319

Banjarmasin, KP – Hari ini Sabtu (14/12) Perhelatan kejuaraan bulutangkis Paman Birin Cup yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel memasuki babak akhir. Partai final akan dilangsungkan, mulai jam 09.00 wita di GOR Badminton Hippindo Jl AES Nasution (Kampung Gedang) Banjarmasin.

Babak final ganda putra bebas memperrtemukan M Sidiq Purwanto/Noviar Rian R dengan Maulana/Muhammad Ilyas. Sedangkan final ganda campuran bebas, menyajikan antara Muhammad Aulia Rahman (Klub Purnama)/ Yuza Nur Annisa Putri (Mandiri Perkasa) yang merupakan unggulan pertama dengan Noviar Rian (Mandiri Perkasa)/ Tiara Nur Agustin (Mustika Banjarbaru) yang menjadi unggulan kedua.

Sebelum melangkah ke final, M Sidiq Purwanto/Noviar Rian R mengalahkan Tegar/Yahdil (21-15 dan 21-12) di babak penyisihan dan mengungguli Akhmad Royyanda/M Aulia Rahman (unggulan pertama) berkesudaham 21-18 dan 21-18 di partai semifinal.

Sedangkan Maulana/Muhammad Ilyas langsung menyikirkan pasangan unggulan kedua Ananda Arfi/Muzjadid (21-18, 21-11) di babak penyisihan. Kemudian menghentikan perlawanan Andika/Fajar Tri Suryanto (13-21, 21-15, 21-12) di semifinal.

Untuk nomor ganda campuran bebas, M Aulia Rahman/Yuza Nur Annisa Putri menang rubberset saat meladeni Keby/Muzjadid (21-17, 24-26, 21-17). Dipertemuan lain, Noviar Rian R/Tiara Nur menyingkirkan M Sidiq Purwanto/Ratih Asri Puspitasari (21-16, 16-21, 25-23). Hingga berita ini diturunkan, sedang berlangsung partai semifinal beregu putra. PB Raya dipastikan lolos setelah unggul 2-0 atas lawannya, pada nomor ganda putra dan tunggal putra.

“Pesertanya kejuaraan ini cukup banyak, tembus angka 300 peserta yang mempertandingkan beregu putra, perorangan ganda putra, dan perorangan ganda campuran. Ada juga kelompok veteran forum kebangsaan,” ungkap Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono mewakili Kadispora Kalsel H Hermansyah dan Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Yuyu Rahmad Mulyana.

Kegiatan ini, lanjutnya, hanya pembudayaan olahraga. Kendati demikian, juga sangat penting dalam pembinaan. “Olahraga apapun, pembinaan merupakan kunci utama dalam meraih prestasi. Kalau pembinaan lemah, jangan berharap melahirkan prestasi,” tuturnya.

Atlet fenominal, sambungnya, tidak lahir begitu saja. “Seperti Rudi Haryono dan Hariyanto Arbi yang mendunia berkat pembinaan yang ketat dan motivasi mereka sendiri,” bebernya.

Negara lain telah berlomba-lomba melakukan pembinaan dengan intensif. “Jangan sampai, predikat Raja Bulutangkis pindah ke negara lain. Kekuatan sekarang memang sudah merata, namun kita bersatu bangkit kembali demi kemajuan bulutangkis di daerah,” katanya.

Keberhasilan perlu diperjuangkan, bukan cuma untuk diimpikan. “Bukan masalah seberapa sering mengalami kegagalan. Tetapi bagaimana segera bangkit dan tetap berjuang dalam setiap pertandingan,” imbuhnya.

Dari festival ini, ditambahkannya, juga tak kalah pentingnya menjalin silaturahmi sesama pemain bulutangis di daerah. “Disamping, meningkatkan indeks pembangunan olahraga di Kalsel,” ucapnya. (rel/nfr/k-9)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...