Jumlah Balita Stunting di Kotabaru Sangat Tinggi

Kotabaru, KP – Jumlah balita stunting di kabupaten Kotabaru merupakan jumlah terbanyak di Kalimantan Selatan. Hal tersebut disampaikan Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar Alaydrus kepada wartawan, usai membuka rapat koordinasi program pembangunan bidang kesehatan tahun 2020 yang digelar di hotel grand Surya Kotabaru, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, dengan menghadirkan semua kepala Desa se Kotabaru, kepala Puskesmas Sekotabaru dan undangan lainnya, 12/12.

Tercatat oleh dinas kesehatan kabupaten Kotabaru, di tahun 2019, jumlah balita stunting (kurang gizi/ tumbuh kerdil), mencapai 1990, berdasarkan pantauan Dinkes atas 28 puskesmas, dengan 11 485 balita yang di periksa.

Berita Lainnya
1 dari 1.108
Loading...

Disampaikan oleh Bupati” kasus kesehatan balita stunting ini, sangat perlu di beri perhatian lebih oleh pemerintah. Terkhusus pada beberapa tempat yang paling banyak balita stuntingnya. Karena hal ini tentunya akan berpengaruh pada pertumbuhan pembangunan pemerintah daerah kedepannya,” ujar Bupati, kemudian melanjutkan.

“Stunting inikan diakibatkan kurangnya gizi pada balita. Karenanya, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan, harus berperan lebih aktif memberikan penyuluhan gizi terhadap seluruh masyarakat hingga ke pelosok desa. Dan diharapkan semua masyarakat secara menyeluruh, dari semua elemen, dapat berperan serta dalam hal ini.

Balita yang sudah mengalami stunting, sulit untuk kita kembalikan pada pertumbuhan normal. Namun, kedepannya, kita harus mengawal, mulai dari ibu hamil, hingga melahirkan, tumbuh menjadi blita, kebutuhan gizinya harus diperhatikan untuk tetap dipenuhi. Kita tidak mau mendengar lagi ada balita kurang gizi, atau stunting di masa masa yang akan dating,” yandas bupati. (and/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya