Kapolda Kalsel : Antrian Panjang di SPBU, Awasi Terus Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

Banjarmasin, KP – Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani terus menaruh perhatian terhadap kasus migas.

“Ini menjadi perhatian khusus pada 2019, dan pula antrian panjang di sejumlah SPBU, terutama solar subsidi rakyat yang beperan penting dalam menggerakan roda perekonomian.

Rekan-rekan media, dapat mengawasi dan memberi informasi kepada kami jika mengetahui ada penyalahgunaan solar bersubsidi.

Kita ingin semuanya dapat diminimalisir,” katanya.

Sisi lain kasus narkoba juga menjadi sorotan kapolda.

Persentasinya yang cukup tinggi, lebih dari 60 persen dibanding jumlah tindak pidana lainnya yang hanya 40 pesen.

Hal tersebut disampaikan kapolda, yang didampingi Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Aneka Pristaffudin dan Irwasda, Kombes Pol Djoko Poerbo Hadijojo, saat menggelar Press Conference Akhir Tahun 2019 di ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Senin (30/12).

Menurutnya, narkoba ini tak mungkin hanya pihak kepolisian yang menanganinya, tapi perlu perhatian semua pihak dan tanggungjawab bersama untuk menanggulanginya.

“Trend peningkatannya sangat tinggi. Yang melaporkan kasusnya pun sangat jarang. karena apa?.

Karena, pelakunya sekaligus sebagai korbannya. Ia akan merusak generasi penerus kita,” tegasnya, kepada awak media cetak, elektronik dan online.

Perbandingan Operasi Antik Intan 2019 pun mengalami kenaikan.

Berita Lainnya

Kapolda Dukung Gerakan Demokrasi

1 dari 1.896

Dimana, perolehan barang bukti narkoba naik, baik jumlah shabu maupun ekstasi, termasuk kenaikan jumlah TO dan Non TO, jika dibandingkan tahun 2018.

Press Conference diawali dengan pemutaran kaliedoskop kegiatan Polda Kalsel selama tahun 2019.

Kemudian, dilanjutkan paparan Kapolda terkait perbandingan kamtibnas, lakalantas, kasus kejahatan tindak pidana umum, kasus tindak pidana khusus, dan kasus lainnya pada tahun 2018/2019, sekaligus persentasi penyelesaian kasusnya.

Diantaranya, dipaparkan jumlah lakalantas, yang trendnya rata-rata naik di 13 Polres yang ada di Kalsel.

“Pada tahun 2018, ada 485 jumlah laka sedangkan tahun 2019 meningkat menjadi 784, meliputi korban meninggal dunia, luka berat, luka ringan dan kerugian material, yang semuanya meningkat.

Dengan persentasi itu, jumlah lakalantas naik 62 persen,” beber Kapolda.

Dijelaskan pula, untuk penanganan jumlah kasus kejahatan tindak pidana umum, mengalami persentasi kenaikan.

Pada tahun 2018, dari 3550 kasus yang dilaporkan, ada 2905 kasus yang selesai, dengan persentasi 81,35 persen.

Sedangkan pada tahun 2019, ada 3096 kasus lapor dan 2541 kasus selesai, dengan persentasi 82,07 persen.

Dengan demikian, pada tahun 2019 total pesentasinya naik 0,72 peren dibanding 2018.

Sedangkan, trend untuk tindak pidana khusus di wilayah Polda Kalsel tahun 2019, naik 98 kasus (30,5 persen). Dimana, pada tahun 2019 terjadi 419 kasus, dibandingkan tahun 2018 dengan 321 kasus. (opq/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya