Penyakit Tidak Menular Paling Banyak Renggut Nyawa

Banjarmasin, KP – Penyakit tidak menular seperti stroke dan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Kalsel. Dibandingkan penyakit lainnya, penyakit tidak menular beberapa tahun terakhir paling banyak merenggut nyata warga Kalsel.

Indikator penyakit tidak menular juga menjadi satu-satunya sub indikator yang masih cukup menantang untuk dikendalikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel.

Dari tujuh sub indikator Indeks Pembangunan Kesehatan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Kalsel Tahun 2018, hanya sub indikator penyakit tidak menular yang mengalami penurunan.

Pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, angka rasio penyakit tidak menular berada di angka 0,734 meningkat menjadi 0,913 di Riskesdas Tahun 2018.

Enam sub indikator lainnya termasuk kesehatan balita, kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan, perilaku hidup sehat, penyakit menular dan kesehatan lingkungan mengalami perubahan ke arah yang jauh lebih positif di Banua.

Program untuk memerangi penyakit tidak menular masuk dalam lima program utama Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Tahun 2020 bersama empat program lainnya, yaitu percepatan menekan angka stunting, menekan angka kematian ibu dan neonatal, meningkatkan cakupan dan mutu imunisasi, serta mengeliminasi TBC.

Berita Lainnya
1 dari 1.384
Loading...

“Penyebab kematian terbesar di Kalsel itu diantaranya stroke dan jantung,” kata Kepala Dinkes Kalsel, HM Muslim, Senin (30/12).

Ditegaskan Muslim, resiko penyakit tidak menular tidak hanya menjadi tantangan di Kalsel, namun juga secara nasional dan bahkan juga menjadi masalah global.

“Zaman sekarang pola makan ingin cepat, tidak lagi memperhatikan komposisi gizi seimbang,” ujarnya. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menurutnya adalah hal jitu untuk menekan resiko dan ancaman penyakit tidak menular tersebut.

Melalui Program Germas Pemerintah Provinsi Kalsel termasuk melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel terus kampanyekan Germas yang di dalamnya menghimbau dan mengajak masyarakat untuk beraktivitas fisik, makan dengan gizi seimbang, deteksi dini penyakit, tidak merokok, perhatikan kebersihan lingkungan, dan gunakan jamban sehat.

Dari hasil Riskesdas 2018, Provinsi Kalsel sudah berada di posisi 24 dibanding pada hasil Riskesdas 2013 yang masih berada di posisi 31 dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Saat ini IPKM kita sudah diatas Kalteng dan Kalbar,” kata H M Muslim.(mns/KPO-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya