Dana Musibah Disiapkan Daerah Dua Miltar Pertahun

Kotabaru, KP – Dana penanggulangan musibah di siapkan oleh pemerintah kabupaten Kotabaru setiap tahun sebanyak dua milyar rupiah. Namun penggunaannya harus pada kasus musibah, atau bencana murni, bukan faktor kelalaian, seperti kebakaran yang digolongkan dalam musibah karena kelalaian.

Demikian disampaikan oleh sekretaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kotabaru, H. Ahmadi Jaya kepada Wartawan kemarin.

Selain itu H. Jaya, (panggilan akrabnya), membeberkan bahwa memasuki tahun 2020, Kantor BPBD yang berlokasi di desa Semayap dipusatkan sebagai posko induk kesiagaan penanggulangan bencana banjir, pasca kemarau.

“Pasca kemarau ini, kita persiapkan penanggulangan bencana banjir, meskipun kita semua tidak mengharapkan akan adanya bencana. Kantor BPBD ditunjuk oleh Sekda, sebagai posko pusat kesiapan dan kesiagaan penanggulangan bencana banjir, dimana semua partisipan dan relawan mengikut pada program pusat dari posko induk “, ujarnya.

BPBD, SAR, TNI Lanal, Kodim 1004 serta Polres Kotabaru, tercatat sebagai tim besar Utama penanggulangan dibantu oleh beberapa relawan yang menyatakan kesiapannya.

Berita Lainnya

Sayed Jafar Lantik Tiga Pejabat Kades

1 dari 1.110
Loading...

“Ada beberapa relawan yang secara resmi menyatakan kesiapannya bergabung dalam tim jika terjadi bencana. Diantaranya organisasi radio amatir, ORARI, himpunan balakar Kotabaru, Radio Penduduk Kotabaru, RAPI dan Emergency Response Team Kotabaru, ERT”, ujar H. Jaya.

Tersedia berbagai kelengkapan penanggulangan baik dari BPBD, maupun dari TNI AL. Yakni dari kesiapan TNI AL, ada 1 sdt 22 pers, 1 buah truk, 2 buah sekoci karet dilengkapi dayung, 15 swimvest, 4 riding buoy, 2 buah tenda platon, 1 mobil ambulance, dan 1 mobil patwal pomal, dilengkapi dengan 22 personil dengan dua tim. Yaitu tim A dipimpin oleh danton juga tim B dipimpin oleh seorang danton.

BPBD sendiri sejak dini sudah tersiapkan berbagai kelengkapan penanggulangan bencana. Diantaranya, sepatu safety, jaket penyelamat, penutup wajah dalam air, mesin genset besar, satu set lampu sorot, helm safety, kamera dalam air, camera drone, GPS, radio komunikasi, hp satelit, dan masih banyak kelengkapan lainnya.

Disampaikan oleh H. Jaya bahwa peta bencana di Kotabaru ada 9, dimana yang paling tinggi terlihat adalah karhutla.

“Sementara yang perlu disiagai kerawanan banjir, ada beberapa titik di seputaran kota kabupaten, yaitu, di seputaran stagen, bantaran sungai di Gunungsari, dan sungai paring juga kearah Utara di wilayah Pulaulaut Sigam”. Tandasnya.

Sementara H. Rizan Fahriansyah, yang baru beberapa hari dilantik sebagai ka BPBD, pindahan dari jabatan lamanya sebagai kadis bina marga dan sumber daya air menyampaikan,” Berdasarkan Undang undang no 24 tahun 2007, berkaitan dengan penanggulangan bencana, bukan saja tanggung pemerintah pusat, atau pemerintah daerah, melainkan secara luas, semua lapisan masyarakat bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana. Kemudian baru baru ini, gubernur dan Kotabaru telah mendapatkan surat dari pusat berkaitan dengan mulainya terjadi bencana alam, agar daerah siaga dan tanggap. Untuk kita di Kotabaru, rapat sudah dilaksanakan bersama semua stake holder dipimpin oleh Sekretaris Daerah sebagai koordinator. Dan Kotabaru Insya Allah siap dengan segenap kemampuan melaksanakan isi surat dari pusat,” tandasnya. (and/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya