Kalteng Masih Tergantung Pasokan Luar Untuk Telor Ayam

Palangka Raya,KP – Telor ayam ras ternyata memberi andil cukup siginifikan bagi inflasi bulan Desember 2019 lalu, dan akan terus memberi ancaman serius.

Hal itu terungkap dalam diskusi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng dengan jajaran mass media, Jum’at (3/1). Pertemuan TPID dengan insan pers dipimpin langsung oleh Staf Ahli Gubernur Yuas Elko, dan Yudo Herlambang dari Perwakilan Bank Indonesia.

Mengapa telor ayam ras menjadi ancaman serius terhadap inflasi di Kalteng, pasalnya menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kalteng Ibu Jenta, Kalteng masih bergantung pasokan dari luar, sebab sampai saat ini belum ada petani peternak ayam petelor.

Dijelaskan, seperti saat perayaan natal tahun baru tadi, harga telor ayam ras meningkat tajam, sebab diperlukan untuk imdustri makanan jadi seperti bahan baku aneka kue.

Berita Lainnya
1 dari 596
Loading...

Meski ketersediaan dan distribusinya cukup dan lancar, telor ayam ras tetap saja naik, mencapai Rp 38.000 hingga Rp 46.000 pertabaknya. Pertabak isinya 36 butir telor, dan harga bergantung kelompok ukuran besar, kecil telor.

Menurut Yuas Elko peluang TPID memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah agar harga telor stabil, sama dengan daging ayam ras, membangun kandang penyangga.

Sementara itu Bank Indonesia memperkirakan bulan Januari Kalteng masih akan mengalami inflasi, meski harga tiket pesawat akan turun. Penyumbang inflasi Januari masih kelompok makanan seperti rokok kretek, dan beras jenis premium.

Pada bulan Desember 2019, inflasi di Kalteng 0,66, lebih tinggi dibandingkan bulan Nopember hanya 0,39 persen. Inflasi tahun kalender 2,72, dan tahun 2018 lalu 3,32.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya