Korupsi Alkes Datu Sanggul, Terpidana Ajukan PK

Banjarmasin, KP – Terpidana Pambudi Bowono, yang tersangkut korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datuk Sanggul Kabupaten Tapin tahun 2016, kini mengajukan peninjauan kembali (PK) perkaranya pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa.

Terpidana Pambudi merupakan Direktur PT Mitratec, pada sidang pengadilan tingkat pertama di bebas oleh majelis hakim yang waktu itu pimpinan majelis hakim Femina Mestikawati.

Wargha Semarang tersebut harus menjalani penjara di Semarang, pasalnya turunnya kasasi dari Mahkamah Agung, menjatuhkan vonis selama tiga tahun yang dijalani di Semarang.

Melalui kuasa hukumnnya Dedi Heriyadi, mengajukan PK, dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Teguih Sentosa, menolak keinginan terpidana untuk melaksanakan persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Majelis menetapkan pengadilan tetap di Banjarmasin, terpidana cukup dikuasaikan kepada pengacaranya.

“Kami punya alasa kenapa kami minta di Semarang, karena klien kami ditahan di Lapas Semarang,’’ ujar Dedi

“Karena tidak ada kewajiban terpidana untuk menghadiri sidang, sebab sudah diwakilkan penasehat hukum, maka dengan ini kami menolak keiinginan tersebut,” ujar Teguh.

Ditolak Heri kemudian melanjutkan menyerahkan memo PK yang isinya akan menghadirkan saksi ahli untuk perkara Pambudi Bowono.

“Saya minta waktu dua minggu kedepan untuk menghadirkan saksi ahli,” ujar Heri yang diiyakan ketua majelis hakim.

Kepada media usai sidang, Dedi Heriyadi mengatakan kalau pada kasasi kliennya divonis selama 3 tahun denda Rp200 juta subsider 5 tahun. Sementara uang pengganti menurut Dedi akan diusahan digantikan supaya tidak kena subsider.

Sementara menyangkut PK, Dedi mengatakan kalau pihaknya tidak mengajukan novum baru, namun hanya akan menghadirkan saksi ahli yang nantinya bisa menerangakan keuntungan perusahaan yang dianggap oleh JPU sebagai kerugian negara.

Selain saksi ahli menurut Dedi, adanya kekeliruan hakim dalam mengambil keputusan sehingga kliennya harus menjalani penjara.(hid/K-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...