Masyarakat Simpang Pengambangan Diminta Bersabar

Jalan Simpang Pengambangan yang terendam semula ada rumah tetapi hanyut sehingga sekarang menjadi jalan dan sebagian warga pun pernah akan direlokasi tetapi mereka lebih suka tinggal di kawasan tersebut.

BANJARMASIN, KP – Menyusul terendamnya jalan di Simpang Pengambangan tepatnya tepi Siring Martapura perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Banjar kini akan segera ditangani, yang direncanakan pada Mei ini dilakukan lelang dana pembangunan jembatan pule slep, yang merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan sungai.

“Kita harap masyarakat bersabar dulu karena untuk penanganan kawasan tersebut membutuhkan dana yang tak sedikit sehingga lokasi disana akan dibangunan jembatan pule slep ini merupakan usulan dana dari pusat,’’ ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Banjarmasin Ir H HM Fanani S kepada awak media, Selasa (21/1).

Fanani juga menguraikan jalan yang terendam semula ada rumah tetapi hanyut dan sekarang menjadi jalan dan sebagian warga pun pernah akan direlokasi tetapi mereka lebih suka tinggal di kawasan tersebut.

Uuntuk itu dilakukan penanganan lingkungan sehingga baru tahun ini usulan pembangunan atau penataan siring dibangun peslep yang diperkirakan membutuhkan penataan yang kompleks.

Diakui, usulan tersebut untuk penataan kawasan dan PURP pusat merespon baik sehingga direncanakan tahun ini akan dikerjakan dan diharapkan semua kegiatan lelang berjalan dengan baik dan lancar sehingga kegiatan pelelangan tidak ada hambatan.

Ditanya dana yang dianggarkan pemerintah pusat, menurut Fanani, memang cukup besar tahap pertama pembangunan 200 meter pembangunan jembatan pule slep sebesar Rp40 miliar yang mana untuk kawasan perumahan sebagian direncanakan bisa ditata bekerjasama dengan pemerintah kota, karena penataan tersebut masuk penataan kawasan kumuh (Kotaku).

Seperti yang telah diberitakan, menurut warga setempat, kondisi air menggenang dalam beberapa hari terakhir ini karena air Sungai Martapura pasang dimulai sejak sore sekitar pukul 15.00 WITA dan terus naik sampai malam hari, hingga kembali berangsur surut.

“Saat puncak air pasang naik, Jalan Simpang Pengambangan yang berada di tepian Sungai Martapura ini lumpuh total dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan karena terendam,’’ ujar A’an salah seorang warga.

Menurut penuturan sejumlah warga kepada {{KP}}, Minggu (19/1), tahun 2019 lalu sebenarnya Pemko Banjarmasin, khususnya berada di tepian sungai sudah membebaskan puluhan rumah warga dengan memberikan kompensasi ganti rugi dan selanjutnya berencana akan peninggian bahu jalan di kawasan tersebut.

“Terkait rencana ini kita sangat berharap, dalam tahun anggaran 2020 ini Pemko Banjarmasin agar segera merealisasikan peninggian Jalan Simpang Pengambangan,’’ kata Ketua RT 9 Simpang Pengambangan, Halim Ahmad.

Diakui Halim Ahmad, untuk menahan masuk air pasang sebenarnya Pemko Banjarmasin sudah beberapa kali melakukan penyiringan dengan menggunakan bahan kayu ulin. “Namun karena sudah lama, ditambah air pasang Sungai Martapura yang terus naik, terendamnya Jalan Simpang Pengambangan ini sulit dihindari,’’ ujarnya. (vin/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...