RS Sultan Suriansyah Mulai Layani Pasien BPJS

BANJARMASIN, KP – Terhitung Senin (06/01/2019) pagi Rumah Sakit (RS) Sultan Suriansyah yang berlokasi di kawasan R.K Ilir, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin sudah mulai memberikan pelayanan kesehatan untuk pasien peserta BPJS kelas tiga.

Namun sampai pukul 14.00 Wita yang pasien yang menggunakan BPJS masih hanya 7 orang saja. Karena selain banyak yang belum mengetahui, layanan BPJS yang diberlakukan hanya terbatas layanan untuk kelas 3 dan belum mencakup semuanya, ucap salah satu dokter saat bertugas di Rumah Sakit Sultan Suryansyah Banjarmasin, Senin (06/01/2019) siang.

Bahkan Direktur Rumah Sakit Sultan Suriansyah Dr Sukoco sejak rumah sakit dibuka memang, layanan Poly yang di buka selain Kandungan dan Paru. Namun dari hari kehari jumlah pesien terus bertambah dan sekarang sudah mengajukan layanan BPJS Poly Bedah, Penyakil Dalam, Anak, Gigi dan Mulud, Spesialis Dalam, THT, Pelayanan Dasar, dan Syaraf, Gizi yang semunya sudah tersedia rumah sakitnnya.

Sukoco juga mengakui bawah sekarang memang pelayanan BPJS masih terbatas kelas tiga saja dari 30 tempat tidur, karena memang masih kekurangan tempat tidur dan belum sesuai harapan yang tahun 2020 akan ditambah 100 tempat tidur. Namun setelah ruang utama selesai, diharapkan semua Poly bisa membuka layanan akan bertambah ramai.

“Insya Allah ngak lama lagi lif bisa dimanfaatkan dan bed tempat tidur akan ditambah sehingga penyelesaikan pembangunan Rumah Sakit bisa dituntaskan dan sekarang dokter spesialis di Rumah Sakit sudah ada 26 dokter,’’ucap Sukoco lagi.

Sedangakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengemukakan, dibukanya pelayanan kesehatan bagi pasien peserta BPJS ini, setelah sebelumnya rumah sakit yang didirikan Pemko Banjarmasin itu mendapatkan penilain akreditasi madya bintang tiga.

Besok Selasa (7/1) kerja sama MoU dilaksanakan serimonial penandatangan kesepakatan dengan BPJS, kata Machli Riyadi kepada sejumlah wartawan, usai rapat kerja dengan komisi IV DPRD Kota Banjarmasi, Senin (6/1), kemarin.

Dijelaskan, akreditasi rumah sakit sebagai salah satu persyaratan wajib harus dilalui untuk mememuhi standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor : 12 tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit.

Berita Lainnya
1 dari 3.308

Mantan Wadir Rumah Sakit Sambang Lihum itu mengemukakan, meski sarana serta prasarana yang dimiliki RS Sultan Suriansyah masih terbatas, namun pihaknya akan terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada seluruh golongan masyarakat yang datang untuk berobat.

Machli Riyadi menjelaskan, terkait upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam operasional RS Sultan Sultan Suriansyah, Dinas Kesehatan dalam tahun anggaran 2020 mendapatkan alokasi anggaran bersumber dari APBD sebesar Rp 218 miliar atau 16,28 persen dari total APBD Kota Banjarmasin.

Dari total anggaran tersedia itu lanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin sudah menyiapkan sejumlah program atau kegiatan yang menjadi skala prioritas, diantaranya digunakan untuk peningkatan operasional sarana serta prasarana Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

“ Seperti pembangunan pagar Rumah Sakit Sultan Suriansyah , penyediaan obat-obatan, serta penyedian alat-alat kesehatan yang mendesak dibutuhkan yang akan diperkirakan menelan dana sekitar Rp 111 miliar, ujarnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali menyatakan, sangat mengapresiasi dengan mulai dibukanya pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS oleh RS Sultan Suriansyah.

Matnor Ali juga berharap, agar pelayanan kesehatan ini terus ditingkatkan, seperti diantaranya ujarnya, dalam pemenuhan ruang rawat inap untuk pasien. Ketersedian ruang rawat inap ini saya rasa cukup mendesak guna mengantisipasi membludaknya pasien BPJS,ujarnya.

Lebih jauh ketua komisi diantaranya membidangi masalah kesehatan ini juga mengemukakan harapannya, menyusul beroperasinya Rumah Sakit Sultan Suriansyah agar memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh lapisan masyarakat.

Seiring dalam memberikan pelayanan prima ini lanjutnya, tentunya seluruh sarana prasana termasuk peralatan alat-alat kesehatan serta obat-obatan di rumah sakit milik Pemko Banjarmasin itu secara bertahap haruslah dilengkapi.

Sebab meski tenaga dokter dan tenaga medis lainnya serta didukung SDM yang sudah memadai, namun jika tidak didukung sarana prasana lainnya tentunya pelayanan kesehatan yang rumah sakit ini dalam operasionalnya tidak bisa berjalan maksimal, demikian kata Matnor Ali. (vin/nid/K-5)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya