Pupuk Langka Muncul Pertanyaan Warga Pada Musrenbang Kecamatan

Rantau, KP – Pupuk langka di pasaran sedangkan petani sudah tanam anakan padi dan bahkan kini sudah mulai tumbuh dan membesar.

Pertanyaan ini muncul oleh warga pada saat Musyawarah Perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2020 dua kecamatan gabungan antara kecamatan Tapin Tengah dan Bakarangan di Pendopo Kecamatan Tapin Tengah Senin (24/2/2020) kemarin.

Musrenbang kali ini dihadiri oleh wakil bupati Tapin H. Syafrudin Noor S.Sos SE dan kepala Bapelitbang Tapin H. Zainal Mutaqin, ST, kepala dinas PUPR Tapin H. Yustan Azidin, ST MT dan sejumlah kepala SOPD dilingkungan Pemkab Tapin, camat, kepala bagian serta kepala Puskesmas se kabupaten Tapin.

Camat Tapin Tengah SugianNoor mengungkapkan bahwa sebelum Musrenbang kecamatan ini digelar ada beberapa desa dan warga masyarakat di wilayahnya mengusulkan beberapa prioritas pembangunan.

“Usulan yang disampaikan oleh warga dan perangkat desa ini tentunya diluar dari kemampuan keuangan desa, dan mereka berharap didanai oleh APBD maupun oleh APBN,” ungkap Sugian Noor.

Sedangkan camat Bakarangan Rahmani juga mengungkapkan bahwa keinginan warga masyarakat kecamatan Bakarangan dalam Musrenbang kecamatan ini berharap setiap desa di wilayahnya dapat prioritas pembangunan dari pemkab Tapin.

“Adapun harapan dan keinginan dari warga kamai ingin membangun fasilitas jalan, jembatan, draenasi, pengerukan sungai, tabat/pintu dan lainnya sesuai harapan dalam usulan yang sudah disampaikan,” tandas camat Bakarangan Rahmani.

Menanggapi usulan dan harapan yang muncul dan disampaikan oleh warga masyarakat di Musrenbang dua kecamatan ini wakil bupati Tapin H. Syafrudin Noor mengaku merasa senang dan bangga ternyata harapan dan keinginan warga sangat antusias sekali dalam pembangunan.

Menurutnya, yang penting usulan yang disampaikan ini tidak bertentangan dengan Peraturan Dalam Negeri RI, yang mana pembangunan yang dapat dibiayai oleh APBD maupun APBN tidaklah merupakan kewenangan desa.

“Misalnya pembangunan atau pengaspalan jalan yang diusulkan oleh warga masyarakat ke APBD ternyata status jalannya merupakan jalan desa, berarti ini kewenangan APBDes mendanainya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian kabupaten Tapin H. Wagimin, menanggapi adanya keluhan warga dengan langkanya pupuk sedangkan petani sudah menanam anakan padi bahkan sudah mulai membesar.

Hal ini ini diakui oleh Wagimin, bahwa keterlambatan pupuk bersubsidi ini memang terjadi dari pabrikannya di Kalimantan Timur, namun ia menupayakan untuk mengkomunikasikannya secepat mungkin dan bahkan pihak pabrikan pupuk sudah menginformasikan Pupuk yang dibutuhkan oleh etani Tapin sudah mulai didistribusikan. (ari/K-6)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...