Tanggul Jebol Hingga Akses Jalan Putus

Daerah yang mengalami musibah banjir, di Kabupaten Banjar, Balangan, Tabalong dan Kota Banjarbaru.

BANJARBARU, KP – Hujan lebat mengguyur sebagian daerah di Kalsel, Rabu (5/2) menyebabkan debit air meningkat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, sebanyak 75 rumah dan dua sekolah terendam.

Banjir dan kenaikan debit air yang pertama terjadi di Kota Banjarbaru, tepatnya di Suratno, Kecamtan Landasan Ulin, yang merendam 55 buah rumah.

Berikutnya, kenaikan debit air terjadi di Kabupaten Banjar, tepatnya di Cindai Alus, dengan ketinggian air kurang lebih 50 centimeter.

Tidak ada rumah yang terendam dari kenaikan debit air tersebut.

Selanjutnya kenaikan debit air terjadi di Desa Winorejo, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan yang merendam 10 buah rumah dan 2 sekolahan.

“Sebanyak 10 kepala keluarga dengan 36 jiwa terdampak banjir tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyudin.

Bajir dan kenaikan debit air terbesar terjadi di Kabupaten Tabalog.

Berita Lainnya

Tambahan Kasus Baru 55 Orang

1 dari 892
Loading...

Beberapa titik terendam air. Yang pertama di Desa Lumbang RT 03, Kecamatan Muara Uya, yang merendam 3 buah rumah dengan terdampak 3 KK, dan 12 jiwa.

Yang kedua terjadi di Desa Ribang RT 04, Kecamatan Muara Uya, yang merendam 7 buah rumah, dengan terdampak 7 KK, 20 jiwa.

Berikutnya, terjadi di Desa Uwe RT 04, Kecamatan Muara Uya, yang menyebabkan akses jalan menuju Desa Ribang terputus, warga yang terdampak 100 jiwa.

Selanjutnya terjadi di Desa Marindi RT 01, Kec. Haruai, yang menyebabkan akses jalan menuju Kecamatan Upau, terputus dan warga yang terdampak 500 jiwa.

Kemudian, terjadu kenaikan debit air di Desa Nawin RT 04, Kecamatan Haruai, dengan kedalaman kurang lebih 80 cm. Warga yang terdampak 50 Jiwa.

“Terkahir terjadi kenaikan debit air di Desa Haruai RT 01, Kecamatan Haruai, dengan kedalaman kurang lebih 75 cm. Warga yang terdampak 100 jiwa,” ujar Wahyudin.

Sementarea Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Balangan, Muhammad Syuhada mengatakan, memang selain beberapa desa rendam rumah warga juga menggenangi sejumlah jalan.

Bahkan, luapan air sungai di Desa Hauwai mengakibatkan satu buah jembatan gantung, miring dan jembatan itu biasanya akses masyarakat menuju kebun.

Disebutkannya, untuk kondisi debit air sungai saat ini masih mengalami kenaikan akibat meluapnya sungai di Balangan. (mns/jun/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya