Warga serbuah Buah Lokas Khas Kalimantan Tengah

Palangka Raya, KP – Antusias warga Palangkaraya beberapa bulan terakhir sangat ramai menikmati buah khas dan unik hasil hutan Kalimantan Tengah.

Di kawasan S.Parman bawah jembatan Kahayan, tak jauh dari kawasan pusat wisata Taman Pasuk Kameluh, dan beberapa sudut Kota Palangka Raya buah-buah tersebut sangat banyak ditemui.

Seperti buah Durian hutan , dimana bentuknnya sangat mirip dengan durian pada umumnnya namun lebih kecil dan durinnya lebih panjang dibanding durian umumnnya.

Menurut salah satu penjual buah khas lokal setempat Mita (32) ada beberapa buah lokal yang mereka jual seperti buah durian hutan, dalam bahasa Dayak Ngaju disebut Tongkoi, warga DAS Barito menyebut buah Taitungen (Karantungen).

“Ini merupakan khas kaleng dan hasil hutannya, harganya sangat terjangkau mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 25.000 per buah,” katannya.

Ada lagi jenis lainnya berwarna unggu kemerahan disebut buah ‘layung’, namun isi dagingnya tak terlalu tebal, dan bisa memabukkan bagi yang tak tahan dengan aroma dan rasa.

Berita Lainnya

Gubernur Dorong Penguatan Masyarakat Dayak

Gubernur Bantu Korban Banjir Gunakan Helikopter

1 dari 585
Loading...

Aneka buah lainnya seperti buah asam (ihem) puteren, ihem tungku yang tebal kulitnya, rasa kecut dan serat besar. Biasanya dijadikan sambal warga Dayak.

Buah tangkuhis atau mata kucing sejenis buah lengkeng hutan Kalimantan, namun kulitnya berbintil. Buah tanggaring berwarna hitam, isinya sama dengan rambutan.

Ada pula buah salendang atau rambutan hutan ukuran kecil, untit/katiau, papaken, tongkoi, langsat Kahayan, langsat Barito Timur, binjau, karamu, rambai, papuan putih dan kuning, kasturi, kapul kuning, kapul putih.

Buah binjai juga ikut meramaikan penjualan buah musiman 2 sampai 3 tahun sekali bisa berbuah didatangkan dari kawasan Barito Timur, Barsel, Barut dan Kahayan Hulu.

Menurut penjual lainnya Jefri (30) buah dijual dengan harga rata Rp 20-30 ribu per kg, tergantung tingkat kemanisan larisnya buah itu. Dan paling diserbu warga buah kapul kuning, papaken, dan katiau (untit).

Diakui sampai saat ini buah diambil dari hutan alam DAS Barito, belum ada upaya budidaya agar buah lokal lestari dan dikawatirkan akan punah bila perkebunan sawit masuk.

Penikmat buah durian Sri Heny (34) bersama temannya mengaku sangat senang tibanya musim buah durian dan buah khas lokal lainya. Sekali membeli mereka mampu menghabiskan 4-5 buah durian ukuran sedang. (drt/yld/k-8)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya