Rapid Tes Segera Datang Diprioritaskan untuk ODP Gejala Klinis

Banjarmasin, KP – Kabar gembira terkait penanganan Covid-19 di Kalsel adalah pengurangan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin. Satu pasien asal Banjarmasin yaitu Ulin 8 dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

Dengan demikian maka jumlah PDP berkurang dari sebelumnya 8 orang menjadi 7 orang. Sampai dengan Kamis (26/3) pukul 16.00 WITA, sebanyak 6 PDP sudah dipulangkan karena hasil uji spesimen menunjukan negatif covid-19.

Dan sampai waktu tersebut pasien terkonfirmasi positif tetap satu orang, yaitu Ulin 1 asal Banjarmasin.

Dijelaskan Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan, Penanganan, dan Penanggulangan Covid-19 Kalsel, HM Muslim, dalam waktu dekat rapid tes akan tiba di Kalsel.

Saat ini, ujarnya, tim sedang menyusun protokol penggunaan rapid tes.

“Rapid tes diprioritaskan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala klinis.

Bagaimana mekanismenya sedang disusun protokolnya,” ujar Muslim.

Ia membeberkan, rapid tes merupakan alat untuk mengetahui secara cepat, namun jika dari hasil tes negatif tidak otomatis negatif 100 persen.

Atas dasar itu rapid tes akan digunakan hanya untuk ODP yang memiliki gejala klinis. “Yang memiliki gejala akan diukur anti bodinya.

Tidak otomatis jika hasilnya negatif maka negatif 100 persen,” kata Muslim.

Diuraikan Muslim, update pukul 16.00 WITA terjadi peningkatan jumlah OPD dari sebelumnya 785 orang menjadi 899 orang.

“Kenapa ODP meningkat?. Karena pemantauan begitu masif kami lakukan sebagai upaya pencegahan,” katanya.

Tracking terhadap pasien Ulin 1 yang terkonfirmasi positif juga semakin gencar dilakukan tim penanganan.

Beberapa orang yang kontak dengan Ulin 1 juga sudah diambil sampel untuk diuji spesimen, namun hasilnya belum keluar.

Muslim juga menjelaskan kondisi terkahir 6 PDP yang masih dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 1.024

Ulin 9 asal Kabupaten Banjar kondisi masih sesak nafas, namun mulai stabil.

Kemudian Ulin 10 asal Kabupaten Banjar sudah tidak sesak nafas, namun masih sedikit batuk.

Berikutnya Ulin 11 asal Banjarmasin cukup stabil tidak demam dan tidak sesak nafas. Selanjutnya Ulin 12 asal Banjarmasin masih lemas namun menunjukan perbaikan kondisi kesehatan.

“Ulin 13 asal Tabalong nafas stabil, tidak demak, tidak batuk, tapi masih lemas.

Dan terkahir Ulin 14 asal Hulu Sungai Selatan tidak demam tapi masih batuk dan masih sesak nafas,” urainya.

Disinggung bagaimana komposisi pembagian Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, Muslim menerangkan akan dibagikan kepada rumah sakit rujukan secara proposional.

Ia memastikan RSUD Ulin mendapatkan lebih banyak APD daripada rumah sakit lainnya. “Ulin lebih banyak karena saat ini semua dirujuk ke rumah sakit itu,” tuturnya.

Lantas bagaimana dengan kesiapan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) sebagai laboratoium rujukan uji spesimen?.

Muslim menyebut pihaknya masih menunggu peralatan yang diminta, yaitu regan primer dan kontrol positif.

Dikatakan Muslim, pihaknya sudah rapat koordinasi dan secepatnya peralatan datang ke Kalsel.

Saat ini sedang dalam proses kedatangan peralatan tersebut.

Ia berharap minggu depan laboratorium tersebut bisa beroperasi, sebab jika hasil uji spesimen lebih cepat maka upaya penanggulangan juga semakin masif.

“Saat ini yang paling penting bagi masyarakat untuk menjaga jarak fisik dan berdiam diri di rumah, kecuali ada urusan yang sangat urgen dan tidak bisa dihindari baru keluar rumah.

Jaga jarak fisik dan berdiam diri di rumah harua ditaati, karena menjadi bagian paling efektif dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19.

Tiba saatnya kita semua bergotong royong bahu membahu menaati kebijakan pemerintah, dengan begitu insyaallah wabah global ini bisa kita atasi,” imbaunya.(mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya