RS Sultan Suriansyah Siapkan Tiga Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Saat ini RS Sultan Suriansyah baru menyediakan satu ruang isolasi untuk perawatan pasien terjangkit Virus Corona dan rencananya akan ditambah dua ruangan lagi.

BANJARMASIN, KP – Pemko Banjarmasin terus berusaha keras untuk menangkal penyebaran Virus Corona (Covid-19) dari melakukan berbagai upaya antisipasi pencegahan hingga menyediakan tempat perawatan terhadap pasien yang terpapar terhadap virus tersebut.

Menindaklanjuti instruksi Gubenur Kalsel, Rumah Sakit Pangeran Sultan Suriansyah yang merupakan milik Pemko Banjarmasin kini sudah menyediakan tempat atau ruang isolasi khusus untuk penanganan pasien penyakit yang diakibatkan oleh serangan Virus Corona.

“Saat ini kita baru menyediakan satu ruang isolasi untuk perawatan pasien terjangkit Virus Corona dan rencananya akan ditambah dua ruangan lagi,’’ kata Direktur Utama Rumah Sakit Sultan Suriansyah, dr Sukutjo Hartano.

Hal itu dikemukakan dr Sukotjo Hartono saat rapat kerja dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Rabu Selasa (24/3/20).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Machli Riyadi SH MH yang uga hadir dalam pertemuan itu menjelaskan, status antisipasi pencegahan dan penanganan berjangkitnya Virus Corona saat ini dinaikkan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat corona.

Keputusan itu menyusul adanya warga Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona. Sementara Kalimantan Selatan (Kalsel) satu pasien dalam pengawasan (PDP) sudah dinyatakan vositif terjangkit Virus Corona.

Selain ada satu pasien sudah dinyatakan positif, dr Mahcli Riyadi mengatakan, ubdate terakhir di Banjarmasin saat ini tercatat sebanyak 699 orang masuk kategori Orang Dalam Resiko (ODR).

Mereka yang masuk dalam katagori ODR ini, jelasnya, adalah orang-orang sebelumnya sepulag habis bepergian keluar daerah, khususnya  yang masuk pada zona merah terjangkitnya Virus Corona, seperti Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Jogjakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia.

“Sementara orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 54 orang,’’ ujarnya, seraya mengemukakan, ODP adalah mereka dengan tanda-tanda mengalami demam dengan temparatur suhu badan 38 derajat celcius, batuk disertai flu dan mengalami gangguan penyakit Ispa ringan.

Machli juga menjelaskan, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dari Banjarmasin saat ini bertambah dari 2 orang menjadi 4 orang. “Satu dari empat PDP itu, ujarnya, dinyatakan positif terjaring Virus Corona.

Dalam kesempatan itu Machli mengimbau, agar masyarakat membantu upaya pemerintah mengurangi penyebaran atau memutus mata rantai Covid-19 dengan lebih banyak berdiam diri di rumah, hingga wabah ini benar-benar mereda.

“Tetap tenang, jangan panik. Tetap berada di rumah paling utama. Jangan keluyuran jika tidak penting. Bantu kami pemerintah dengan tetap diam di rumah,’’ imbau Machli. 

Dijelaskan, pencegahan adalah obat utama dan mujarab dengan cara pola hidup sehat, perbanyak cuci tangan, mandi secara teratur, pakaian dicuci setiap hari, jika perlu rumah atau lingkungan disemprot disinfektan.

“Kuncinya daya tahan tubuh yang harus dijaga sehingga sistem imun tubuh jadi kuat. Selain itu bantu kami putus mata rantai penyebaran corona,’’ harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Matnor Ali F, usai Rapat Kerja dengan Dinas Kesehatan mengatakan, pemerintah sudah mengupayakan berbagai langkah pencegahan.

Yang paling terpenting saat ini, lanjutnya, adalah peran serta masyarakat mematuhi imbauan pemerintah dengan lebih banyak berdiam diri di rumah.

“Banjarmasin sudah ada 1 pasien positif corona. Jangan sampai bertambah lagi. Mari bantu pemerintah dengan lebih banyak berada di rumah dan jangan bepergerian jika tidak penting,’’ kata Matnor.

Dikatakan Matnor, pihaknya juga meminta Pemko Banjarmasin agar menjaga pintu masuk Kota Banjarmasin. Setiap orang yang datang diharapkan harus benar-benar tidak terindikasi corona sehingga tidak ada kehawatiran di masyarakat.

“Harus segera dibuat posko di perbatasan atau pintu masuk kota. Saat ini kondisinya sangat darurat sehingga perlu penanganan khusus dan dilakukan secara ketat terhadap seluruh aktifitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyerabarang Virus Corona,’’ demikian imbau Matnor Ali. (nid/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...