Dewan Minta Masyarakat Jangan Panik Hadapi PSBB

Kebijakan pemerintah yang menjadi pertanyaan masyarakat terdampak PSBB yakni penyalurkan bantuan paket sembako warga kurang mampu masih belum jelas

BANJARMASIN, KP – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan hari ini Jumat (24/4). besok. Kebijakan diambil Pemko Banjarmasin setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan ini adalah dalam upaya untuk mempercepat penanganan pandemic virus corona (Covid-19).

Namun menyusul diterapakan kebijakan itu, salah satu yang menjadi pertanyaan masyarakat terdampak PSBB yakni bantuan paket sembako sebagai dispensasi bagi warga kurang mampu yang khabarnya akan disalurkan Pemko Banjarmasin.

Masalahnya, karena masyarakat mulai resah mengingat hingga saat ini belum ada data valid yang memastikan apakah data yang diserahkan RT ke Kelurahan hingga sampai ke Dinsos berjalan dengan mulus hingga sembako disalurkan sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Sesuai data Dinsos sebagamana diungkapkan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina ada 75 ribu warga yang akan mendapatkan paket sembako selama PSBB diterapkan. “ Hanya saja, apakah pemerintah mampu menyalurkan secara tepat sasaran,” kata Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Natsir.

Hal itu dikemukakannya, saat melaksanakankan kegiatan reses untuk menyerapkan aspirasi masyarakat di Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan,” Kamis (23/4/2020) kemarin.

Anggota DPRD Banjarmasin Muhammad Natsir ini juga mengimbau kepada warga yang mampu tapi masih menerima paket sembako, agar melapor ke RT dan paket sembako diterima diberikan kepada yang membutuhkan.

“Jika saat distribusi ada warga yang mampu mendapatkan sembako, sementara yang kurang mampu tidak dapat, yang mampu serahkan ke yang kurang mampu. Selain itu lapor ke RT agar data segera diperbaiki,” ucap Muhammad Natsir.

Berita Lainnya
1 dari 1.383
Loading...

Sementara itu, Anggota DPRD Banjarmasin Abdul Muis memita agar Pemkot Banjarmasin segera mendata ulang apabila saat distribusi sembako nanti terdapat banyak masalah.

“Sambil berjalan waktu Pemko masih bisa mendata ulang. Jangan sampai distribusi bantuan sembako menimbulkan gejolak sosial dimasyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Banjarmasin lainnya Muhammad Syafrullah meminta agar warga tetap tenang dan jangan panik terkait kebijakan PSBB.

PSBB lanjut Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, bukan seperti Lock Down karena , hanya ada beberapa kegiatan sosial masyarakat dilakukan pembatasan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“RT perannya sangat penting menenangkan masyarakat agar jangan panik saat PSBB ini. Karenanya saya berharap RT selalu berkoordinasi dengan Kelurahan terkait pemenuhan hak warga kurang mampu selama PSBB,” tutupnya

Reses Dipangkas Satu Hari

Sementara Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya SH MH menyebut, menyusul PSBB yang diterapkan mulai Jumat (24/4/2020), maka pelaksanaan reses anggota DPRD Banjarmasin yang dilakukan secara serentak di lima Kecamatan sesuai daerah pemilihan masing-masing akan dipangkas selama satu hari.

“ Semua reses dijaduwalkan selama tiga hari dari tanggal 22 hingga 24 April 2020, namun karena pada hari Jumat tanggal 24 April itu sudah mulai diterapkan PSBB, kami sepakat hanya melaksanakan reses sampai hari ini Kamis (23/4/2020),” katanya saat melaksanakan reses bersama anggota dewan lainnya dari daerah pemilihan Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis kemarin. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya