Dua Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Banjarbaru, KP – Terdapat kabar menggembirakan atas penanganan covid-19 di Kalsel, Rabu (8/4).

Tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif, bahkan terjadi pengurangan.

Pasalnya dua orang dinyatakan sembuh setelah dua kali dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif.

Dua pasien yang sembuh tersebut asal Kabupaten Banjar wanita berusia 50 tahun dan laki-laki berusia 21 tahun asal Tabalong. Sebelumnya pasien sembuh asal Kabupaten Banjar diberi kode Ulin 9 dan kini menjadi kscovid#04, dan pasien sembuh asal Tabalong sebelumnya Ulin 13 menjadi kscovid#05.

Setelah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, kscovid#05, langsung mengucap syukur.

Ia juga menitip pesan kepada pasien yang masih dirawat agar tetap semangat, berpikir positif dan pasti sembuh.

“Kepada masyarakat selalu jaga kebersihan, cuci tangan, patuhi jaga jarak, dan tetap di dalam rumah.

Terima kasih kepada para dokter dan petugas medis lainnya yang merawat saya sampai sembuh dengan sepenuh hati, anda semua adalah pahlawan.

Harapan saya semoga pemerintah memberikan bonus atau insentif kepada petugas medis. Mari lawan Covid-19 bersama sama,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, HM Muslim, menjelaskan bagi pasien terkonfirmasi positif diberikan kode kscovid#.

“Kita sekarang menggunakan kode baru status kasus misalnya Ulin 1 menjadi kscovid_01 dan seterusnya. Hari ini pasien terkonfirmasi positif berkurang karena dua, yang kemarin positif dinyatan sembuh karena hasil PCR negatif.

Kita patut bersyukur apa yang sudah dilakukan tim medis terutama RSUD Ulin berhasil, segala upaya dan perawatan yang tiada henti tiada lelah akhirnya dua sembuh. Mudah-mudahan yang lain yang masih dirawat juga membaik,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 891
Loading...

Disebutkan Muslim, dengan kesembuhan dua pasien merupakan keberhasilan strategi tim medis di rumah sakit yang melakukan upaya perawatan dan pengobatan dengan menggunakan obat standar.

“Tenaga medis punya keahlian dan kemampuan memberikan yang terbaik untuk menyembuhkan pasien covid-19.

Kita harus berikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada petugas kesehatan,” bebernya.

Dikatakannya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 14 orang.

Lima dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, 2 di RSUD Boejasin, 6 di RSUD M Ansari Saleh, dan 1 di RSUD Abdul Azis Barito Kuala.

Ia juga memastikan kabar yang beredar terdapat satu PDP yang kabur dari rumah sakit, tidaklah benar.

Kabar yang beredar tersebut adalah pasien di IGD yang miliki gejala namun belum dikonfirmasi PDP.

“Yang bersangkutan meninggalkan tempat IGD, sudah dilaporan kepada pihak berwajib.

Kami katakan bukan status PDP keluar tempat isolasi, kalau diisolasi di bawah pengawasan ketat petugas,” urainya.

Lebih jauh ia menerangkan, saat ini gedung karantina khusus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sudah diisi dua pasien.

Keduanya diisolasi selama 14 hari. Ditegaskannya penempatan isolasi ODP merupakan upaya memutus rantai penularan. “Pemerintah terutama kabupaten kota dalam upaya memutus rantai wabah menyiapkan gedung karantina khusus terutama apabila isolasi mandiri di rumah tidak memadai,” katanya.

Sampai dengan Rabu kemarin sudah dilakukan 646 tes cepat atau rapid tes.

Dari jumlah tersebut 34 orang atau 5,26 persen reaktif.

“Apa kelanjutannya?. Tentu saja akan konfirmasi melalui PCR, jika kondisinua stabil maka kita sarankan isolasi mandiri di rumah, jika ada gejala tertentu bisa diisolasi di rumah sakit,” ungkapnya. (mns/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya