Pemprov Kalsel “Tutup Pintu” Masuk Orang

Intinya hanya pembatasan saja, tak berarti menutup secara total arus masuk orang yang datang dari luar daerah provinsi.

BANJARBARU, KP – Mendengar aspirasi masyarakat Banua dan demi keselamatan rakyat, Gubernur Kalsel, H Sahbrin Noor, mengeluarkan kebijakan “menutup pintu” masuk orang dari luar Provinai Kalsel.

Meski demikian, itu pun hanya masih ada kelonggaran yakni intinya hanya pembatasan saja, tak berarti menutup secara total.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Kalsel Nomor : 188.44/021/kum/2020 tentang pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar daerah provinsi.

“Pembatasan dimaksud untuk pembatasan orang agar penyebaran virus corona dari luar Kalsel dapat kita putus semaksimal mungkin,” ujar Ketua Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie, Selasa (31/3) malam.

Dikatakan Haris, kepgub itu dikeluarkan tanggal 31 Maret, setelah sebelumnya gubernur menggelar rapat koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

“Kita sudah ajukan surat kepada pihak otoritas Bandara Syamsudin Noor dan Pelabuhan di Banjarmasin serta Tanah Bumbu,” ucap Haris.

Menurut Haris, pihaknya meminta KSOP dan otoritas bandara untuk menyosialisasikan kepada perusahaan jasa penerbangan maupun pelayaran.

“Langkah ini diambil dalam rangka memutus mata rantai corona di Kalsel,” urainya.

Diuraikannya, gubernur mengambil langkah dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan keluarnya kepgub ini, maka kepgub nomor : 188.44/020/kum/2020 tentang status tanggap darurat yang dikeluarkan beberapa waktu lalu dicabut dan diperpanjang dengan kepgub 188.44/021/kum/2020 tentang perpanjangan status tanggap darurat.

Perpanjangan berlaku 3 April sampai 16 April 2020.

Lebih jauh diterangkannya, gubernur mengeluarkan keputusan terkait perkembangan mewabahnya corona dan memperhatikan dua provinsi tetangga yang sudah banyak positif terpapar covid-19.

“Gubernur juga memperhatikan aspirasi masyarakat, memperhatikan keselamatan dan keinginan yang positif dari masyarakat.

Serta rapat gubernur bersama forkopimda serta unsur pemerintah lainnya, maka dikeluarkan keputusan ini.

Kepada bupati walikota se Kalsel juga dipersilahkan membuat kebijakan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” ujarnya.

Seluruh Jalur

Bahkan DPRD Kalsel mengusulkan penutupan seluruh jalur masuk ke wilayah. Atau paling tidak diperketat pintu masuk.

Seperti, penutupan pintu masuk di Bandara Syamsuddin Noor, pelabuhan maupun jalur darat, terutama di daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga. Kecuali untuk sembako.

Hal ini dikarenakan provinsi tetangga, Kalteng sudah memutuskan menutup Bandara Tjilik Riwut, tentu masyarakat yang ingin menggunakan penerbangan akan mengalihkan tujuan menggunakan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin.

“Dikuatirkan mereka yang dari zona merah ini akan makan dan bermalam di Kalsel, sehingg memungkinkan terjadi penyebaran Covid-19,” Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, kemarin.

Kondisi semacam ini jelas meresahkan masyarakat, sehingga bisa mengganggu perekonomian di Kalsel.

Sehingga diusulkan pada rapat dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk memperketat pintu masuk dan berkoordinasi dengan kabupaten yang berbatasan dengan provinsi tetangga.

“Jangan saling lempar kewenangan, karena Pemprov maupun kabupaten/kota sudah mengeluarkan dana besar untuk menangani Covid-19 ini,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Apalagi tujuan penutupan seluruh jalur ini agar perekonomian di Kalsel tetap berlangsung, dan masyarakat tidak takut tertular virus

“Kita tidak mungkin melakukan lockdown, karena dampaknya besar bagi perekonomian,” ujar Imam Suprastowo.

Bertambah

Sementara itu untuk dua wilayah yakni Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng) total 17 positif Covid-19.

Berita Lainnya

Pemko Lalai dan Gagal Jadi Teladan

1 dari 1.032

“Untuk di Kalsel positif tambah 3. Kalsel yakin bisa lewati wabah Corona,” kata Juru Bicara Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, HM Muslim.

Berdasarkan update data, Selasa (31/3) pukul 16.00 WITA, dipastikan bertambah 3 dan jumlahnya menjadi 8 orang.

Kendati demikian hingga Selasa belum ada kematian karena Covid-19 di Kalsel.

Dikatakan Muslim, 2 dari tiga penambahan terkonfirmasi positif adalah kontak erat dengan Ulin 1. Kedua pasien itu diberi kode kontak (K).

K1 laki-laki 21 tahun rujukan Banjarmasin dan tidak nampak gejala klinis, K2 wanita 45 tahun juga tidak ada gejala klinis.

“Keduanya masih isolasi mandiri,” ucapnya.

Menurut Muslim, kontak dari pasien positif merupakan upaya traking yang dilakukan dan lebih masif lagi. Prioritas traking sudah dilakukan dan sudah dipetakan kebutuhan mendesak oleh petugas di lapangan.

“Rapid tes diprioritaskan ODP yang punya gejala klinis dan kontak pasien terkonfirmasi psoitif,” tuturnya.

Ia juga menerangkan terkait kondisi pasien terkonfirmasi positif lainnya. Ulin 1 kondisi semakin stabil, namun hasil uji laboratorium masih positif. Ulin 9, 10, dan 11 kondisi masih lemah dan masih membutuhkan oksigen.

Ulin 13 kondisi stabil, dan Ulin 15 kondisi belum stabil serta sewaktu-waktu masih membutuhkan oksigen.

“Secara keseluruhan PDP dan terkonfirmasi positif 16 pasien,

Banjarmasin 4 PDP 4 positif, Banjarbaru 2 PDP, Kabupaten Banjar 3 terkonfirmasi positif, Hulu Sungai Selatan 1 PDP, dan Tabalong 1 PDP dan 1 terkonfirmasi positif,” urainya seraya menambahkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1.162.

“Tambahan 2 PDP yaitu Ulin 24 baru saja masuk asal Banjarmasin, KTP nya Pontianak, kondisi masih lemah , Ulin 25 rujukan Tabalong masuk malam tadi kondisi masih lemah, riwayat dari Sulsel berkegiatan di Goa,” tambahnya.

Ia mengatakan, kondisi PDP beragam. Ulin 14 sudah membaik,.

Ulin 19 dan Ulin 20 juga membaik. Kemudian, Ulin 22 kondisi membaik walau masih ada batuk, dan Ulin 23 kondisi masih sesak nafas dan masih perlu oksigen.

Sedangkan Positif di Kalteng 9 orang dan sehari sebalumnya 7 orang.

Tercatat menjadi 9 orang. Jumlah 9 kasus ini dikemukakan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Selasa (31/3) sore pukul 15.00 WIB.

Dalam rilis yang disampaikan secara daring di media sosial akun facebook MMCtv milik Dinas Kominfo setempat.

Tambahan dua orang yang terkonfirmasi positif tersebut, setelah keluarnya hasil tes laboratorium Unair Surabaya, Jawa Timur, yang disampaikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Endang Sri Lestari.

Menurut Endang, yang juga Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kalteng, untuk kesembuhan pasien yang positif, ada 8 orang.

“Mereka masih dalam perawatan intensif di salah satu ruang isolasi RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Sedang satu lainnya, telah dinyatakan sembuh. Namum meninggal dunia akibat serangan jantung, Senin (30/3) pagi,” jelas Endang.

Sedang dua orang baru yang terkonfirmasi positif, lanjut Endang, salah satunya tenaga medis yang merawat pasien.

Sementara data Media Center Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng, jumlah kasus ODP juga mengalami penambahan sebanyak 10 orang, yakni 555 orang. Padahal se hari sebelumnya, hanya 545 orang.

Untuk ODP ini masih didominasi warga Kota Palangka Raya, 209 orang.  

Tak hanya ODP, jumlah Pasien Dengan Pengawasan (PDP), juga mengalami penambahan menjadi 41 orang dari sehari sebelumnya berjumlah, 39 orang.

Tambahan 2 orang, asal daerah Barito Utara.

Ke-41 PDP ini, masih mendapatkan perawatan intensif di empat RSUD rujukan Covid-19, baik di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, Buntok dan Muara Teweh. (msn/lyn/drt/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya