Tangkis Dampak Corona UPPB Dibantu Pinjaman Tanpa Bunga

Paringin, KP – Pemerintah kabupaten Balangan luncurkan program stimulus berupa pinjaman tanpa bunga bagi para pengumpul atau Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) dampak pendemi Covid-19 di Kabupaten Balangan.

Menurut, Kepala Dinas Pertanian Balangan, Rahmadi dalam seminggu kedepan penyaluran stimulus berupa pinjaman tanpa bunga bagi dunia usaha karet segara bisa dilaksanakan.

Terkait anggaran yang tersedia, lebih jauh Rahmadi merinci, jika sebelumnya pihaknya berencana mengangarkannya sebanyak Rp 13 miliar, namun karena adanya perubahan perencanaan berdasarkan skala prioritas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19 Balangan, maka diturunkan menjadi Rp 7,135 miliar.

Dana sebanyak Rp 7,135 miliar ini, kata Rahmadi, dibagi dua program lagi, dimana Rp 7 miliar khusus untuk stimulus dan sisanya berupa bantuan bibit sayur ke masyarakat.

Berita Lainnya

Pemkab Balangan Berikan Bantuan Petani

1 dari 272
Loading...

Diakui Rahmadi, pihaknya sudah mendata para UPPB dan juga pelaku usaha skala kecil perdagangan karet yang ada di Balangan yang akan menjadi sasaran program pinjaman tanpa bunga tersebut.

Dari data sementara, menurut Rahmadi, dari 23 UPPB yang ada, hanya sekitar 14 UPPB yang akan menjadi prioritas menjadi sasaran program stimulus berupa pinjaman tanpa bunga ini.“Inikan sifatnya bantuan pinjaman tanpa bunga, kita ingin yang menjadi sasaran nantinya juga harus mampu mengembalikannya. Makanya kita juga hati-hati dalam penyalurannya,’’ ujar Rahmadi, belum lama tadi.

Bagi para petani karet yang tidak tergabung dalam UPPB, kata dia, juga akan turun merasakan dampaknya melalui pinjaman serupa yang disalurkan kepada para pembeli atau pengumpul karet secara mandiri, diluar UPPB.“Makanya stimulus karet ini kita buka seluas-luasnya sesuai dengan anggaran yang tersedia,’’ ucapnya.

Terlepas dari itu, menurut dia, kebijakan berupa pinjaman tanpa bunga bagi para pengumpul karet ini bertujuan agar sirkulasi pembelian karet ditengah masyarakat tetap stabil, terlebih disaat wabah corona ini yang menimbulkan berbagai isu termasuk tutupnya pabrik karet.

“Dengan kebijakan ini, para pengumpul karet mempunyai tambahan modal sehingga pembelian ditingkat petani tetap stabil,’’ imbuhnya. (jun/K-6)
 

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya