Akibat Satu Orang Tak Jujur Dalam Pemeriksaan 20 Tenaga Kesehatan Dikarantina

Pelaihari, KP – Masyarakat Kabupaten Tanah Laut dalam pencegahan covid-19 sangat diharapkan kejujurannya saat memeriksakan diri ke tenaga kesehatan, baik di tingkat desa, kecamatan atau kabupaten. Pasalnya ditemukan kasus yang menimpa warga Tala akibat ketidakjujuran pada tenaga kesehatan.

Pasien yang berobat tidak menceritakan secara jujur riwayat perjalanan dan sudah berhubungan dengan pihak mana saja, hasilnya 20 orang tenaga kesehatan diharuskan melakukan karantina mandiri dan uji swab, 30 orang dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan empat orang anggota keluarga sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) salah satunya bayi berusia 11 bulan, yang sudah mulai menimbulkan gejala.

Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tala dr Sigit Prasetya Kurniawan dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Tala, Jumat (8/5), di Sarantang Saruntung.

“Inilah kenapa pentingnya kejujuran pasien kepada tenaga medis, karena satu orang saja bisa berdampak pada 54 orang,” jelas dr Sigit.

Ditambahkan Tala saat ini diapit daerah yang dinyatakan sebagai transmisi lokal penyebaran Covid-19 yakni, Banjarmasin, Banjarbaru dan Tanah Bumbu. Kabupaten ini berada pada urutan keenam terbanyak kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif dengan jumlah 15 orang.

Terkait dengan hal ini Tala juga bisa berpotensi sebagai daerah transmisi lokal yang bisa menyebabkan meningkatnya kasus jika tidak menanganinya dengan serius.

Berita Lainnya
1 dari 224
Loading...

Menanggapi ini Bupati H Sukamta yang memimpin berjalannya rapat menegaskan, harus dengan segera menentukan wilayah mana yang menjadi perioritas untuk dilakukan rapid test.

“Ini warning dari IDI, betapa penularan ini sangat luar biasa, ini nggak bisa dianggap sepele,” tegas bupati.

Bahkan terhadap kasus ini bupati meminta untuk menutup pasar sore Hasan Basri karena yang ditemukan reaksi positif adalah pedagang dari pasar tersebut.

Pada kesempatan ini, Dandim 1009 Pelaihari Letkol Inf. Adi Yoga Susatyo juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masyarakat yang masih menyepelekan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Ini harus ditekankan lagi, karena semu orang berpotensi membawa virus yang bisa menularkan pada siapa saja. Semakin kita tidak serius menangani pandemi ini dampaknya akan semakin lama,” ucapnya.

Pada kesempatan ini bupati meminta agar semua pihak bisa lebih cepat lagi bergerak, terutama kepada seluruh perangkat desa, mulai kepala desa hingga camat bekerjasama secara aktif menangani pandemi ini.

“Jika ada warga desanya yang satu keluarga dikarantina, satgas desa bisa menjaga rumah mereka sehingga ada jaminan keamanan terhadap rumah yang ditinggalkan,” ujar Wakil Bupati Abdi Rahman menambahkan. (rzk/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya