Cerita Dua Pasien Covid yang Dikarantina Khusus. Awalnya Takut, Setelah Dirawat Merasa Enjoy

406

Banjarbaru, KP – Dikarantina dan tidak boleh lagi bertemu dengan keluarga tentu mambuat sebagian orang akan tertekan dan merasa sedih.

Begitu juga yang dialami dua pasien terpapar covid yang sembuh setelah dirawat melalui karantina khusus di Kampus II BPSDMD Kalsel, di Ambulung, Banjarbaru.


Rosi dan Hairun Sidik harus berpisah dengan keluarga sebelumnya akhirnya sembuh dan dibolehkan pulang.


“Tidak ada gejala apapun awalnya. Saya ikut rombongan ke Gowa, awal dirapid itu hari sabtu, tanggal 9 langsung reaktif, Senin nya dikarantina di sini (Ambulung), hampir satu bulan lebih.
Ternyata karantina di Ambulung tidak seperti yang dibayangkan, sebab menyenangkan. Awalnya emang takut, karena tidak ada obatnya kan, tapi setelah ikuti karantina baik saja. Petugas petugasnya juga ramah, ” kata Hairun Sidin, Jumat (22/5).


Karantina khusus memang tidak seperti tempat lainnya, sebab di sana bisa berinteraksi dan bergaul sesama pasien. Rutinas setiap hari di isi dengan berbagai hal seperti olahraga, mengaji, dan lain sebagainya.


“Awalnya takut ada pikiran yang aneh aneh, tapi setelah dijalani enjoy. Kesannya jadi baik diberi vitamin makan dan olahraga serta ada pembinaan motivasi bagaimana agar tidak stres,” kata Rosi, yang merupakan pasien sembuh pertama dari karantina khusus.


Perempuan yang juga sebagai karyawan Bandara Syamsudin Noor tersebut mengaku senang hingga akhirnya bisa sehat seperti sedia kala.

Berita Lainnya

“Dari awal kena itu saya tidak ada gejala apa-apa, atasan saya positif dan saya ditracking hingga hasil rapid reaktif, lalu saya isolasi di rumah, lalu tes swab hingga saya dipastikan positif. Disaat itulah saya langsung disuruh karantina disini (Ambulung),” cerita dia.


Dia disuruh karantina selama 19 hari setelah itu 2 kali swab negatif dan dinyatakan sehat hingga dipulangkan.


“Ya senang pokoknya selama karantina di Ambulung ini. Kegiatan disini tidak membosankan. Ada matahari pagi berjemur dan olah raga, bahkan kita bisa saling kenal dengan sesama pasien. Ada beberapa kami menjadi teman setelah tidak lagi dikarantina, tuker-tukeran nomor handphone dan masih sering komuniskasi,” katanya.


Sementara itu, Sekertaris Dinkes Kalsel, Sukamto, yang juga wakil koordinator karantina mengemukakan bahwa karantina Covid-19 tidak seperti yang ditakutkan banyak pihak.


“Karantina ini hal yang menyenangkan, kami membuat mereka di sini senang tidak tertekan dan tidak stres, kami upayakan untuk meningkatkan imun mereka atau tamu di Ambulung ini. Ini langkah lebih baik dikarantina dengan mengidentifikasi orang yang positif namun tanpa gejala tapi bisa menularkan. Jangan takut dikarantina, ” kata dia.

Menurut Sukamto, hingga kemarin, tamu Ambulung yang sembuh ada ssbanyak 14 tamu dari total 88 tamu yang sempat ditampung dari awal masuk.


“Kita sarangkan yang OTG jangan diam di rumah, tapi masuk saja ke karantina provinsi, sebab dikarantina selain tidak dikekang juga disediakan pengobatan, dilayani dokter spesialis. Disini (Ambulung) dikasih obat, dikasih vitamin, diperiksa, yang dilakukan standard mulai ada dokter ada perawat,” sebutnya.


Karantina di Ambulung ini termasuk sukses. Angka kesembuhan di provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan data sampai tanggal 21 Mei 2020, yaitu kasus konfirmasi sebanyak 557 orang, sembuh 77 orang, maka kesembuhannya 14 %.

“Di Ambulung jumlah kasus konfirmasi covid-19 yang ada  sebanyak 68 orang, sembuh 14 orang, jadi kesembuhan sebesar 16,1% dengan rata-rata tinggal 28 hari,” papar Sukamto. (mns/KPO-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya