Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Dampak Pengalihan DAK, Lanjutan Jembatan Sulawesi Molor Lagi

×

Dampak Pengalihan DAK, Lanjutan Jembatan Sulawesi Molor Lagi

Sebarkan artikel ini
Hal 10 1 Klm H Arifin Noor
Ir H Arifin Noor

Banjarmasin, KP – Rencana peningkatan Jembatan Sulawesi I dipastikan mundur dan belum bisa diprediksi kapan rencana pembangunan lanjutan bisa dilanjutkan setelah tertunda tahun ini 2020 akibat dampak covid-19 yang dananya dialihkan.

Keputusan Pemerintah pusat yang mengalihkan seluruh anggaran untuk kegiatan fisik yang bersumber dari DAK di 2020 guna penanganan virus corona (Covid-19), terkecuali sektor kesehatan dan pendidikan memang berdampak pembangunan.

Kalimantan Post

Padahal sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah mewacanakan peningkatan jembatan penghubung antara Jalan Sulawesi dan Masjid Jami di 2020 ini dengan anggaran dari DAK sekitar Rp 12,5 miliar.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Ir H Arifin Noor membenarkan, pihaknya tentu tak bisa berbuat banyak terkait adanya penundaan ini. Meski, sudah ada pemenang lelang proyek tersebut.

“Kita kemarin dalam proses penentuan pemenang lelang, maka dengan berat hati akhirnya menunda semua prosesnya ya mau bagaimana lagi apalagi menuju new normal lagi,” ucapnya, belum lama ini.

Arifin mengungkapkan, sebenarnya proyek peningkatan jembatan yang sudah beberapa kali tertunda itu sebenarnya bisa dikerjakan seandainya sudah memasuki tahapan tanda tangan kontrak.

“Sesuai petunjuk pemerintah pusat semua kegiatan fisik dari DAK ditangguhkan untuk yang belum tandatangan kontrak. Salah satunya jembatan Sulawesi,” jelasnya.

Selain peningkatan jembatan, juga ada beberapa kegiatan yang terdampak akibat adanya kebijakan pemerintah pusat tersebut. Seperti halnya pemeliharaan Jalan Cempaka Sari Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Selain jembatan itu yang menggunakan DAK juga ada satu paket jalan. Itu kemarin belum proses lelang. Anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Jadi totalnya sama jembatan sekitar Rp 17,5 miliar,” ujar Arifin.

Kendati demikian, sifat penundaan jalan berbeda dengan jembatan. Sebab penundaan hanya bersifat pengubahan waktu di tahun yang sama.

Baca Juga :  DPRD Banjarmasin Bahas Dana Talangan Rp15 M untuk Penanganan Sampah

Arifin mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan menganggarkan kembali proyek pemeliharaan jalan tersebut di anggaran perubahan nanti dengan harapan kondisi sudah membaik.

“Kalau jembatan kan agak sudah, perlu waktu banyak. Kalau jalan di September pun masih bisa dikejar. Kecuali jembatan nggak mungkin perlu waktu banyak,” imbuh Arifin. (Ban/K-3)

Iklan
Iklan