Dampak Pengalihan DAK, Lanjutan Jembatan Sulawesi Molor Lagi

Banjarmasin, KP – Rencana peningkatan Jembatan Sulawesi I dipastikan mundur dan belum bisa diprediksi kapan rencana pembangunan lanjutan bisa dilanjutkan setelah tertunda tahun ini 2020 akibat dampak covid-19 yang dananya dialihkan.

Keputusan Pemerintah pusat yang mengalihkan seluruh anggaran untuk kegiatan fisik yang bersumber dari DAK di 2020 guna penanganan virus corona (Covid-19), terkecuali sektor kesehatan dan pendidikan memang berdampak pembangunan.

Padahal sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah mewacanakan peningkatan jembatan penghubung antara Jalan Sulawesi dan Masjid Jami di 2020 ini dengan anggaran dari DAK sekitar Rp 12,5 miliar.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Ir H Arifin Noor membenarkan, pihaknya tentu tak bisa berbuat banyak terkait adanya penundaan ini. Meski, sudah ada pemenang lelang proyek tersebut.

“Kita kemarin dalam proses penentuan pemenang lelang, maka dengan berat hati akhirnya menunda semua prosesnya ya mau bagaimana lagi apalagi menuju new normal lagi,” ucapnya, belum lama ini.

Arifin mengungkapkan, sebenarnya proyek peningkatan jembatan yang sudah beberapa kali tertunda itu sebenarnya bisa dikerjakan seandainya sudah memasuki tahapan tanda tangan kontrak.

Berita Lainnya

Akademisi ULM Kritik Reduksi Mapel Sejarah di SMA

Dewan Ajak Masyarakat Manfaatkan Hutan

1 dari 1.397
Loading...

“Sesuai petunjuk pemerintah pusat semua kegiatan fisik dari DAK ditangguhkan untuk yang belum tandatangan kontrak. Salah satunya jembatan Sulawesi,” jelasnya.

Selain peningkatan jembatan, juga ada beberapa kegiatan yang terdampak akibat adanya kebijakan pemerintah pusat tersebut. Seperti halnya pemeliharaan Jalan Cempaka Sari Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Selain jembatan itu yang menggunakan DAK juga ada satu paket jalan. Itu kemarin belum proses lelang. Anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Jadi totalnya sama jembatan sekitar Rp 17,5 miliar,” ujar Arifin.

Kendati demikian, sifat penundaan jalan berbeda dengan jembatan. Sebab penundaan hanya bersifat pengubahan waktu di tahun yang sama.

Arifin mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan menganggarkan kembali proyek pemeliharaan jalan tersebut di anggaran perubahan nanti dengan harapan kondisi sudah membaik.

“Kalau jembatan kan agak sudah, perlu waktu banyak. Kalau jalan di September pun masih bisa dikejar. Kecuali jembatan nggak mungkin perlu waktu banyak,” imbuh Arifin. (Ban/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya